Langsung ke konten utama

REVIEW PENDALAMAN ALKITAB

     “ROH KUDUS”

Pelayan Firman: Febrianti Paembonan
Hari/Tanggal: Jumat, 28 Maret 2026
Waktu: 17.00 WITA
Tempat Pelaksanaan: Sekretariat Perkantas Makassar
Moderator: Hillery Supith Pala'langan


Pendalaman Alkitab kali ini mengangkat tema “Penginjilan”, sebuah panggilan penting dalam kehidupan setiap orang percaya. Sejak awal, peserta diajak memahami bahwa penginjilan bukan hanya tugas hamba Tuhan atau pelayan khusus, tetapi merupakan tanggung jawab setiap orang Kristen. Penginjilan dipahami sebagai tindakan memberitakan kabar baik tentang keselamatan di dalam Kristus kepada orang lain. Hal ini bukan sekadar aktivitas, melainkan bagian dari gaya hidup orang percaya yang telah mengalami kasih Tuhan.

Pembahasan berlandaskan pada Kisah Para Rasul 13:47 yang menegaskan bahwa Tuhan telah menetapkan umat-Nya untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa dan membawa keselamatan sampai ke ujung bumi. Ayat ini menunjukkan bahwa penginjilan adalah mandat langsung dari Tuhan, bukan pilihan. Setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi alat yang dipakai Tuhan dalam menyampaikan kabar keselamatan kepada dunia yang belum mengenal-Nya.

Selanjutnya, peserta diajak memahami arti penginjilan secara lebih mendalam. Penginjilan bukan hanya tentang berbicara atau menyampaikan firman, tetapi juga tentang hidup yang mencerminkan Kristus. Kesaksian hidup yang benar menjadi bagian penting dalam penginjilan, karena melalui sikap, perkataan, dan tindakan, orang lain dapat melihat kasih Tuhan secara nyata. Dengan demikian, penginjilan mencakup baik pemberitaan secara lisan maupun melalui teladan hidup sehari-hari.

Pembahasan juga menekankan pentingnya penginjilan dalam kehidupan kekristenan dan persekutuan. Tanpa penginjilan, pertumbuhan iman dan perluasan kerajaan Allah menjadi terhambat. Penginjilan memperkuat iman pribadi, membangun kepedulian terhadap sesama, serta menjadi sarana bagi gereja untuk terus bertumbuh. Melalui penginjilan, orang percaya diajak keluar dari zona nyaman dan mulai peduli terhadap keselamatan orang lain.

Selain itu, peserta juga dibekali dengan langkah-langkah praktis dalam melakukan penginjilan. Penginjilan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti membangun relasi, menunjukkan kasih, dan berbagi pengalaman iman. Tidak harus selalu dalam bentuk khotbah, tetapi dapat dilakukan melalui percakapan sehari-hari yang tulus dan penuh kasih. Yang terpenting adalah memiliki hati yang rindu melihat orang lain mengenal Tuhan.

Bagian akhir menekankan tentang ketaatan seorang hamba dalam melakukan penginjilan. Ketaatan menjadi kunci utama, karena seringkali tantangan, rasa takut, atau penolakan menjadi penghalang. Namun, ketika seseorang taat pada panggilan Tuhan, Tuhan sendiri yang akan bekerja melalui dirinya. Penginjilan bukan bergantung pada kemampuan manusia, tetapi pada kuasa Tuhan yang bekerja di dalamnya.

Pada akhirnya, pendalaman Alkitab ini mengingatkan bahwa penginjilan adalah panggilan mulia yang harus dijalani dengan hati yang taat dan penuh kasih. Setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi terang di tengah dunia, membawa kabar baik, dan menjadi alat Tuhan bagi keselamatan banyak orang. Melalui pemahaman ini, peserta diharapkan tidak hanya mengetahui pentingnya penginjilan, tetapi juga terdorong untuk melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membangun dan Menguatkan

Membangun dan Menguatkan “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25) Dalam menjalani kehidupan ini, tak dapat dipungkiri bahwa masalah bisa saja datang silih berganti. Masalah-masalah yang datang terkadang mampu kita hadapi seorang diri tetapi ada kalanya masalah itu terlalu berat dan kita membutuhkan topangan dari orang lain. Tuhan Yesus sendiri memang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan bukan makhluk individualis. Dalam Kejadian 2:18 berkata “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Firman ini memiliki arti bahwa manusia memang diciptakan memiliki keterkaitan  dengan sesamanya. Kita sebagai manusia meman...

Renungan Bulan Desember

Firman Tuhan Adalah Benih Yang Menghidupkan ( Mzm. 1:1-3 ; Luk. 8:11-15) Mazm. 1:1-3    Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Firman Tuhan adalah makanan rohani orang percaya untuk bertumbuh akan pengenalan kepada Yesus dan kebenaran-Nya. Namun dewasa ini, banyak orang Kristen yang enggan membaca Alkitab dengan berbagai alasan. Padahal, jika kita membaca dalam Mzm. 1:1-3, seharusnya kita senantiasa membaca bahkan merenungkan Firman Tuhan agar kita menjadi orang yang diberkati di dalam Dia. Menjadi orang yang diberkati bukan menjadi tujuan hidup orang yang hidup di dalam Tuhan, melainkan suatu anug...

Review Pendalaman Alkitab

DOA Waktu Pelaksanaan      : Selasa, 12 Oktober 2021 Pemateri                       : Ev. Pieter G. O. Sunkudon Jumlah Peserta             : 47 orang Ayat Alkitab                : Matius 6:5-15      Doa merupakan kebiasaan atau gaya hidup setiap orang percaya sehingga seringkali dikatakan doa sebagai nafas hidup orang percaya. Seringkali kita berdoa tetapi tidak juga didengar atau dibalaskan oleh Tuhan. Hal ini dikarenakan beberapa kesalahan yang kita perbuat ketika berdoa. Dalam Matius 6:5-8, Tuhan Yesus mengajarkan bagaimana seharusnya sikap seseorang dalam berdoa. Dalam firman Tuhan tersebut, dikatakan bahwa seringkali banyak orang yang berdoa seperti orang munafik yang berdoa di tempat umum untuk dilihat atau dikenal...