Kamis, 24 September 2026 Tema: Kesetiaan Dalam Perkara Kecil Amsal 3:5-6 Puji Tuhan Jam Doa kembali dilaksanakan dengan baik di Pelataran Baruga. Pelayanan dipimpin oleh Arlin MP Gatti (MNJ'23) sebagai pemimpin Jam Doa, didampingi oleh Hiroshi Manaman (AK'26) sebagai gitaris dan Alfin Rudyanto (MNJ'24) sebagai cajonist. Amsal 3:5-6 mengajarkan kita untuk percaya kepada Tuhan dengan segenap hati dan tidak hanya mengandalkan pengertian sendiri. Dalam kehidupan, kita sering merasa harus mengetahui semua jawaban dan mengatur semuanya sesuai dengan rencana kita. Sebagai mahasiswa atau anak muda, kita mungkin sering memikirkan masa depan, kuliah, pekerjaan, dan berbagai keputusan hidup. Namun, ayat ini mengingatkan bahwa kemampuan kita terbatas, sedangkan Tuhan mengetahui apa yang terbaik bagi kita. Percaya kepada Tuhan bukan berarti kita berhenti berusaha. Kita tetap harus melakukan bagian kita dengan sungguh-sungguh, tetap...
" S atu L angkah B erserah, R ibuan C emas M usnah" Wahyudi Pratama (Ilmu Ekonomi 2025) Sebagai manusia, wajar kalau kita punya harapan, cita-cita, dan gambaran tentang bagaimana hidup kita seharusnya berjalan. Saya sendiri sering membuat perencanaan yang matang untuk berbagai hal mulai dari urusan akademik, target pribadi, dan urusan-urusan yang lainnya. Namun, ada momen-momen tertentu dalam hidup yang mengajarkan saya bahwa sebagus apa pun persiapan yang dibuat, selalu ada variabel ketidakpastian yang tidak bisa kita prediksi. Saat realita tidak sejalan dengan harapan, respon pertama saya biasanya adalah panik dan berusaha makin keras untuk memaksakan keadaan. Contoh nyata yang sering kita alami adalah ketika kita sudah mempersiapkan suatu hal dengan sangat matang, misalnya saat menghadapi ujian, suatu wawancara, atau kegiatan yang lain. Kita sudah begadang, riset sana-sini, berlatih berbicara, dan memastikan tidak ada detail yang t...