Rabu, 28 Oktober 2026 Tema: Teguh Dalam Iman 1 Tesalonika 5:17 Puji Tuhan Jam Doa kembali dilaksanakan dengan baik di Pelataran Baruga. Pelayanan dipimpin oleh Michael Victory Mamarodia (MNJ'26) sebagai pemimpin Jam Doa, didampingi oleh Teofilus Clovis Edon (MNJ'26) sebagai gitaris dan Refan P Panggala (MNJ'24) sebagai cajonist. Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang belajar dan meraih prestasi, tetapi juga tentang bagaimana kita bertumbuh dalam iman di tengah berbagai perubahan kehidupan. Ada kalanya kita merasa semangat dalam mengikut Tuhan, tetapi ada juga saat kita mulai lalai karena terlalu sibuk dengan urusan kuliah dan aktivitas lainnya. Melalui 1 Tesalonika 5:17 , kita diingatkan bahwa doa seharusnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya sesuatu yang kita lakukan ketika membutuhkan pertolongan Tuhan. Doa adalah cara kita menjaga hubungan dengan-Nya, sekaligus mengingatkan diri bahwa dalam setiap proses kehidupan, kita membutuhkan penyer...
B elajar P ercaya B ukan H anya M engandalkan D iri S endiri Hillary Melly Toyang(IE25) Amsal 3:5–6 "⁵Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. ⁶Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu." Dalam kehidupan kita, kita sering kali ingin memahami segala sesuatu sebelum melangkah. Kita ingin mengetahui apa yang akan terjadi, memastikan setiap keputusan benar, dan menghindari hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan. Namun, kenyataannya, tidak semua hal dapat kita pahami dan kendalikan. Amsal 3:5–7 mengajarkan kita untuk percaya kepada Tuhan dengan segenap hati dan tidak hanya mengandalkan pengertian kita sendiri. Ayat ini mengingatkan bahwa pemahaman manusia memiliki keterbatasan, sedangkan Tuhan mengetahui apa yang tidak mampu kita lihat. Percaya kepada Tuhan bukan berarti kita berhenti berpikir atau berusaha. Sebaliknya, kita tetap perlu mengambil keputusan dengan bijaksana, tetapi melibatkan Tuh...