Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel

ARTIKEL BULAN OKTOBER

  FOMO dan R asa T idak C ukup : B elajar B ersyukur di T engah B udaya P erbandingan Fitri (Manajemen 2024)       Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Melalui Instagram, TikTok, dan berbagai platform lainnya, kita dapat melihat pencapaian, kebahagiaan, dan pengalaman orang lain. Namun, tanpa disadari, kebiasaan melihat kehidupan orang lain dapat membuat kita mulai membandingkan diri sendiri. Fenomena ini dikenal sebagai Fear of Missing Out (FOMO), yaitu perasaan takut tertinggal dari tren, pengalaman, atau pencapaian orang lain.       Dalam kehidupan mahasiswa, FOMO dapat muncul ketika melihat teman memperoleh prestasi, aktif dalam organisasi, memiliki banyak teman, atau mencapai sesuatu yang belum kita miliki. Kita kemudian merasa tertinggal dan menganggap kehidupan kita kurang baik dibandingkan kehidupan mereka. Padahal, apa yang ditampilkan di media sosial hanyalah sebagian dari kehidupan seseorang...

ARTIKEL BULAN SEPTEMBER

  " S atu L angkah B erserah, R ibuan C emas M usnah" Wahyudi Pratama  (Ilmu Ekonomi 2025)      Sebagai manusia, wajar kalau kita punya harapan, cita-cita, dan gambaran tentang bagaimana hidup kita seharusnya berjalan. Saya sendiri sering membuat perencanaan yang matang untuk berbagai hal mulai dari urusan akademik, target pribadi, dan urusan-urusan yang lainnya. Namun, ada momen-momen tertentu dalam hidup yang mengajarkan saya bahwa sebagus apa pun persiapan yang dibuat, selalu ada variabel ketidakpastian yang tidak bisa kita prediksi. Saat realita tidak sejalan dengan harapan, respon pertama saya biasanya adalah panik dan berusaha makin keras untuk memaksakan keadaan.      Contoh nyata yang sering kita alami adalah ketika kita sudah mempersiapkan suatu hal dengan sangat matang, misalnya saat menghadapi ujian, suatu wawancara, atau kegiatan yang lain. Kita sudah begadang, riset sana-sini, berlatih berbicara, dan memastikan tidak ada detail yang t...

ARTIKEL BULAN AGUSTUS

S ampai    K apan    K ita    M elihat   K ehidupan    O rang   L ain ? Albar Ramzani (Ilmu Ekonomi 2024) Pernah tidak kita merasa hidup orang lain kelihatannya jauh lebih mudah daripada hidup kita? Melihat teman yang sudah mencapai sesuatu, punya banyak waktu untuk melakukan hal yang mereka suka, atau sudah lebih dulu mendapatkan apa yang kita inginkan, terkadang membuat kita bertanya, “Kapan saya bisa seperti mereka?" Tanpa sadar, kita mulai membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Padahal, yang kita lihat dari seseorang biasanya hanya bagian luarnya. Kita tidak pernah benar-benar tahu cerita lengkap yang mereka jalani. Saya sendiri sering merasakan hal seperti itu, apalagi ketika harus menjalani kuliah sambil bekerja. Ada kalanya saya merasa capek dan mengeluh karena harus membagi waktu antara kuliah, pekerjaan, tugas, dan urusan lainnya. Ketika melihat teman-teman yang bisa lebih fokus pada kuliah atau punya waktu lebih ban...

ARTIKEL BULAN JUNI

  Nama: Veren Maryona Patty Jurusan/Angkatan: Manajemen 2023 PENGKHOTBAH 3:1-8 REFLEKSI AKHIR SEMESTER: MENGUCAP SYUKUR DI SEGALA MUSIM Pengantar      Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas penyertaan-Nya sehingga kita dapat menyelesaikan semester ini. Akhir semester sering kali membawa dua hal: kelegaan karena perjuangan belajar telah selesai, dan kelelahan karena tumpukan tugas dan ujian. Namun di tengah semua itu, kita diingatkan untuk melihat kembali karya Tuhan dalam setiap musim kehidupan kampus kita—entah penuh dengan tangis, tawa, atau keduanya. Mengingat Setiap Musim: Ada Waktu untuk Segalanya 3:1 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. 3:2 Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; 3:3 ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; 3:4 ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertaw...

ARTIKEL BULAN MEI

  Nama: Malita Pirade Jurusan/Angkatan: Akuntansi 2024 2 KORINTUS 6:14 MENJADI PASANGAN YANG BERBEDA KEYAKINAN: BAGAIMANA MENGHADAPINYA? Menjadi pasangan dengan perbedaan keyakinan memang seperti berjalan di atas tali - butuh keseimbangan dan kehati-hatian ekstra. Sebagai orang Kristen, kita diingatkan melalui 2 Korintus 6:14 untuk tidak membentuk ikatan yang tidak seimbang dengan mereka yang tidak seiman. Ayat ini sebenarnya merupakan bentuk kasih sayang Tuhan yang ingin melindungi kita dari potensi konflik iman di kemudian hari. Namun realitanya, hati seringkali tak bisa memilih berdasarkan kesamaan keyakinan semata. Ketika sudah terlanjur jatuh cinta dengan seseorang yang berbeda iman, yang kita butuhkan adalah kebijaksanaan ekstra dalam mengelola hubungan ini. Komunikasi terbuka sejak dini menjadi kunci utama. Kamu perlu membicarakan hal-hal praktis seperti cara merayakan hari raya keagamaan, rencana pernikahan, hingga pendidikan anak kelak. Jangan sampai masalah-masalah ini ...

ARTIKEL BULAN APRIL

  Nama: Alvando Nichy Jurusan/Angkatan: Manajemen 2022 YEREMIA 17:7 MENGANDALKAN TUHAN DALAM KEADAAN SULIT “Berbahagialah  orang yang mengandalkan TUHAN, y ang menaruh harapannya pada TUHAN! ” (Yeremia 17:7) Di zaman yang penuh ketidakpastian seperti sekarang dengan krisis ekonomi, wabah penyakit, konflik global, dan tekanan hidup yang terus meningkat banyak orang merasa gelisah dan kehilangan arah. Mereka mencari tempat untuk bersandar: pada kekayaan, kekuasaan, teknologi, bahkan manusia. Namun semua itu tidak memberikan jaminan yang sejati. Dalam kondisi inilah firman Tuhan dari Yeremia 17:7 menjadi pelita yang menyinari hati dan mengarahkan langkah kita. Dalam dunia yang sering memberi janji palsu, harapan kepada Tuhan adalah satu-satunya harapan yang tidak mengecewakan. Orang yang menaruh harapan kepada Tuhan tidak mudah putus asa, karena dia tahu waktu Tuhan sempurna, janji Tuhan tidak pernah gagal, dan kasih setia Tuhan baru setiap pagi (Ratapan 3:22-23). Kehidupa...

ARTIKEL BULAN MARET

Kasih yang Abadi dalam Iman, Bahasa, dan Filsafat:  Sebuah Analisis Komprehensif Joe Happines, Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,  Universitas Hasanuddin Pendahuluan “Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapatkan Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel.” Kejadian 29:20 Kasih merupakan fenomena universal yang melintasi batas budaya, agama, dan filsafat, menjadi inti dari pengalaman manusia. Dalam tradisi Kristen, Alkitab menekankan bahwa kasih adalah esensi dari hubungan antara manusia dan Tuhan, serta antar sesama manusia. Sebagaimana dinyatakan dalam 1 Korintus 13:4-7, kasih digambarkan sebagai sabar, murah hati, tidak cemburu, dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Definisi ini menegaskan bahwa kasih dalam perspektif Alkitabiah bukan sekadar emosi, melainkan tindakan nyata yang mencerminkan sifat ilahi.​ Di ranah sastra Indonesia, puisi Aku Ingin karya Sapardi...