Langsung ke konten utama

Renungan Bulan Desember



Firman Tuhan Adalah Benih Yang Menghidupkan
( Mzm. 1:1-3 ; Luk. 8:11-15)


Firman Tuhan adalah makanan rohani orang percaya untuk bertumbuh akan pengenalan kepada Yesus dan kebenaran-Nya. Namun dewasa ini, banyak orang Kristen yang enggan membaca Alkitab dengan berbagai alasan. Padahal, jika kita membaca dalam Mzm. 1:1-3, seharusnya kita senantiasa membaca bahkan merenungkan Firman Tuhan agar kita menjadi orang yang diberkati di dalam Dia. Menjadi orang yang diberkati bukan menjadi tujuan hidup orang yang hidup di dalam Tuhan, melainkan suatu anugerah yang Tuhan berikan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya.
Nama : Etniati Bara' Lembang
Tempat, Tanggal Lahir : Nanggala, 15 Februari 1997
Jurusan/Angkatan ; Akuntansi/2015
Dalam Mzm. 1:1-3, Firman Tuhan menjelaskan bahwa ada tiga hal penting yang akan kita dapatkan ketika kita mau merenungkan kebenaran-Nya. Pertama, berbahagia. Dalam konteks ayat ini, berbahagia artinya “diberkati/blessed”. Kita menjadi orang yang diberkati karena kita melakukan apa yang dikehendaki oleh Tuhan. Kita akan senantiasa merasakan sukacita dan damai sejahtera. Kedua, bertumbuh dan berbuah. Setiap orang Kristen dipanggil untuk berbuah dan buahnya itu harus memberkati banyak orang, baik berupa materi atau spiritual. Jadi ketika kita berakar dalam Firman Tuhan, kita bisa semakin diberkati dan membagikan berkat itu kepada orang lain. Ketiga, keberhasilan. Tuhan berkata bahwa setiap orang yang mencintai dan merenungkan Firman-Nya, apapun yang diperbuat oleh orang itu akan berhasil.
Firman Tuhan yang menjadi benih akan berakar di dalam hati kita ketika kita dengan sungguh-sungguh mau mempelajari dan mendalaminya. Dengan demikian, kita akan memiliki dasar atau pedoman yang kokoh sehingga kita mampu menjalani kehidupan yang Tuhan percayakan kepada kita. Mari persiapkan hidup kita seperti tanah yang baik, sehingga kita menjadi orang yang mendengar, merenungkan Firman Tuhan, dan menghasilkan buah (Luk. 8:15). Tuhan Yesus memberkati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membangun dan Menguatkan

Membangun dan Menguatkan “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25) Dalam menjalani kehidupan ini, tak dapat dipungkiri bahwa masalah bisa saja datang silih berganti. Masalah-masalah yang datang terkadang mampu kita hadapi seorang diri tetapi ada kalanya masalah itu terlalu berat dan kita membutuhkan topangan dari orang lain. Tuhan Yesus sendiri memang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan bukan makhluk individualis. Dalam Kejadian 2:18 berkata “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Firman ini memiliki arti bahwa manusia memang diciptakan memiliki keterkaitan  dengan sesamanya. Kita sebagai manusia meman...

RENUNGAN BULAN MEI

TERJEBAK BERSAMA Heskel Kurnia (Akuntansi 2023) Shalom, Kasih Karunia Allah memberkati kita semua. Sebelumnya penulis menyampaikan ungkapan terima kasih kepada rekan-rekan pengurus yang telah menyediakan wadah yang inklusif untuk penulis membuat renungan ini dengan harapan agar pembaca dapat menyadari pentingnya “kerugian” dalam hidup seseorang melalui sebuah lagu yang menjadi favorit penulis hingga kemudian menjadi judul renungan bulan ini. Lagu “Terjebak Bersama” dari The Rain merupakan refleksi mendalam tentang hubungan yang telah teruji oleh waktu. Dirilis pada Desember 2021 sebagai bagian dari perjalanan musik mereka, lagu ini menyajikan narasi tentang dinamika hubungan yang penuh suka dan duka, namun tetap bertahan karena adanya rasa syukur dan penerimaan. Dalam lagu ini, The Rain mengajak pendengar untuk melihat kata “terjebak” dari sudut pandang yang berbeda. Biasanya, “terjebak” memiliki konotasi yang negatif, namun melalui lirik seperti: “Mereka bilang kita  terjebak bers...