Langsung ke konten utama

Renungan Bulan Juli


MENGGIURKAN NAMUN MEMBINASAKAN
Yakobus 1:15 
"Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut."

Setiap orang pasti berdosa, itu adalah akibat dari apa yang dilakukan Adam dan Hawa pada saat melakukan hal yang Tuhan larang, tetapi beruntunglah kita yang menerima karya pengampunan dan keselamatan Allah di dalam Yesus Kristus, sehingga seperti dalam Yesaya, sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju. Yang perlu kita lakukan adalah tetap setia dan taat dalam menjalankan keselamatan itu.
Yunita Linda Pennikay
Ujung Pandang, 26 Juni 1998
Ilmu Ekonomi 2015

Kita sedang dalam pertempuran melawan kedagingan, kita sekalian yakni saya dan anda pasti punya “dosa favorit” yang selalu mengambil perannya dalam keseharian kita, selalu begitu menggiurkan dan menggoyahkan iman (hehe). Dilema yang selalu konsisten terjadi, disatu sisi kita sangat ingin menjadi “anak Tuhan yang baik” tetapi terkadang roh kita begitu lemah untuk melawan kedagingan dan ketika daging menang maka selesailah. Dapat kita baca dalam Yosua 7; 1-26 dimana dalam bacaan ini menggambarkan bagaimana ketidaksukaan Tuhan terhadap suatu pelanggaran yang berakibat sangat fatal bagi si pelaku beserta orang-orang disekitarnya.
Jadi PMKOerz.. jangan sampai kita pun terlalu jauh jatuh dalam pelanggaran kita, ingat bahwa upah dosa ialah maut. Namun kabar baiknya adalah, buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya. Tuhan selalu menunggu kita datang kepada-Nya membawa segala kepahitan kita dan Ia akan menerima kita karena kita adalah milik kepunyaan-Nya. Andalkan Tuhan dalam upaya kita melawan keinginan yg bertentangan dengan maunya Tuhan karena kita tidak dapat berbuat apapun diluar Dia, baca firman dan komunikasi yang intens dengan Tuhan akan sangat membantu untuk membangkitkan “alarm” ketika godaan itu datang. Sapa Ia tiap hari. God bless.

Perubahan terjadi ketika berserah padaNya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan Bulan Desember

Firman Tuhan Adalah Benih Yang Menghidupkan ( Mzm. 1:1-3 ; Luk. 8:11-15) Mazm. 1:1-3    Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Firman Tuhan adalah makanan rohani orang percaya untuk bertumbuh akan pengenalan kepada Yesus dan kebenaran-Nya. Namun dewasa ini, banyak orang Kristen yang enggan membaca Alkitab dengan berbagai alasan. Padahal, jika kita membaca dalam Mzm. 1:1-3, seharusnya kita senantiasa membaca bahkan merenungkan Firman Tuhan agar kita menjadi orang yang diberkati di dalam Dia. Menjadi orang yang diberkati bukan menjadi tujuan hidup orang yang hidup di dalam Tuhan, melainkan suatu anug...

Membangun dan Menguatkan

Membangun dan Menguatkan “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25) Dalam menjalani kehidupan ini, tak dapat dipungkiri bahwa masalah bisa saja datang silih berganti. Masalah-masalah yang datang terkadang mampu kita hadapi seorang diri tetapi ada kalanya masalah itu terlalu berat dan kita membutuhkan topangan dari orang lain. Tuhan Yesus sendiri memang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan bukan makhluk individualis. Dalam Kejadian 2:18 berkata “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Firman ini memiliki arti bahwa manusia memang diciptakan memiliki keterkaitan  dengan sesamanya. Kita sebagai manusia meman...

RENUNGAN BULAN MEI

TERJEBAK BERSAMA Heskel Kurnia (Akuntansi 2023) Shalom, Kasih Karunia Allah memberkati kita semua. Sebelumnya penulis menyampaikan ungkapan terima kasih kepada rekan-rekan pengurus yang telah menyediakan wadah yang inklusif untuk penulis membuat renungan ini dengan harapan agar pembaca dapat menyadari pentingnya “kerugian” dalam hidup seseorang melalui sebuah lagu yang menjadi favorit penulis hingga kemudian menjadi judul renungan bulan ini. Lagu “Terjebak Bersama” dari The Rain merupakan refleksi mendalam tentang hubungan yang telah teruji oleh waktu. Dirilis pada Desember 2021 sebagai bagian dari perjalanan musik mereka, lagu ini menyajikan narasi tentang dinamika hubungan yang penuh suka dan duka, namun tetap bertahan karena adanya rasa syukur dan penerimaan. Dalam lagu ini, The Rain mengajak pendengar untuk melihat kata “terjebak” dari sudut pandang yang berbeda. Biasanya, “terjebak” memiliki konotasi yang negatif, namun melalui lirik seperti: “Mereka bilang kita  terjebak bers...