Langsung ke konten utama

Renungan Bulan Oktober

GIVE THANKS


( 1 Tesalonika 5:18 & Efesus 5:20)
1 Tesalonika 5:18 “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”
Efesus 5:20 “Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita.

Dari kedua nats diatas kita diingatkan bahwa sebagai orang percaya mengucap syukur dalam segala hal adalah kehendak Tuhan bagi kita. Baik atau tidak baik situasi dan keadaan di sekeliling kita, kita tetap harus selalu bersyukur. Apapun peristiwa dan kejadian yang menimpa kita, kitapun harus tetap bersyukur.
Nama : Atalya Fidela Sambenga
Tempat,Tanggal Lahir : Palopo, 31 Oktober 1997
Jurusan/Angkatan : Akuntansi/2016
Namun, pada kenyataannya kesusahaan yang kita hadapi membuat kita sangat sulit untuk mengucap syukur kepada Allah. Jangankan dalam situasi sulit, dalam situasi yang baik pun terkadang kita masih lupa untuk mengucap syukur kepada Allah. Ketika kita melalui sesuatu yang sulit baik itu kegagalan, rasa sakit, lelah ataupun situasi-situasi sulit lainnya, pada saat itu berat rasanya membayangkan hal-hal baik yang pernah kita alami dalam hidup kita. Bahkan pada situasi seperti ini kita cenderung menyalahkan Tuhan atas situasi yang menimpah kita,  
Teman-teman mari kita belajar dari kisah Ayub. Saat kehilangan semua hartanya, anak-anaknya bahkan terkena penyakit yang parah sampai istri dan teman-temannya menghina dan menyuruhnya meninggalkan Tuhan, Ayub sama sekali tidak berpaling dari Tuhan. Bahkan, Ayub tetap bisa bersyukur kepada Allah.
Bila kita merenungkan kasih dan kebaikan Tuhan, sesungguhnya tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengucap syukur kepadaNya, bahkan pengucapan syukur itu seharusnya seperti nafas hidup kita yang tak pernah berhenti untuk berhembus selama kita hidup.  Mengucap syukur dalam segala hal bukan berarti kita mensyukuri situasi-situasi sulit yang kita hadapi, bukan juga soal berkat yang akan kita terima setelah kita mengucap syukur, tapi lebih kepada ketaatan kita kepada Allah (yaitu untuk senantiasa bersyukur), dan penyerahan kita akan pembentukan yang Tuhan kerjakan melalui situasi-situasi tersebut.
Teman-teman terkadang Tuhan sengaja izinkan hal-hal yang tidak mengenakkan terjadi dalam hidup kita. Dia ingin melihat sikap hati dan iman kita terhadap janji firman-Nya. Kalau hanya bersyukur dan bersukacita ketika dalam keadaan baik, semua orang juga bisa melakukannya. Kalau kita bisa bersyukur di dalam nama Tuhan Yesus Kristus dalam keadaan tersulit dalam hidup kita, ketika kita berserah penuh kepada Allah yakinlah kalau ujungnya ada berkat yang Tuhan sediakan dan ingatlah bahwa Tuhan hanya menjanjikan rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan.

Tuhan Yesus Memberkati. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan Bulan Desember

Firman Tuhan Adalah Benih Yang Menghidupkan ( Mzm. 1:1-3 ; Luk. 8:11-15) Mazm. 1:1-3    Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Firman Tuhan adalah makanan rohani orang percaya untuk bertumbuh akan pengenalan kepada Yesus dan kebenaran-Nya. Namun dewasa ini, banyak orang Kristen yang enggan membaca Alkitab dengan berbagai alasan. Padahal, jika kita membaca dalam Mzm. 1:1-3, seharusnya kita senantiasa membaca bahkan merenungkan Firman Tuhan agar kita menjadi orang yang diberkati di dalam Dia. Menjadi orang yang diberkati bukan menjadi tujuan hidup orang yang hidup di dalam Tuhan, melainkan suatu anug...

Membangun dan Menguatkan

Membangun dan Menguatkan “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25) Dalam menjalani kehidupan ini, tak dapat dipungkiri bahwa masalah bisa saja datang silih berganti. Masalah-masalah yang datang terkadang mampu kita hadapi seorang diri tetapi ada kalanya masalah itu terlalu berat dan kita membutuhkan topangan dari orang lain. Tuhan Yesus sendiri memang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan bukan makhluk individualis. Dalam Kejadian 2:18 berkata “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Firman ini memiliki arti bahwa manusia memang diciptakan memiliki keterkaitan  dengan sesamanya. Kita sebagai manusia meman...

RENUNGAN BULAN MEI

TERJEBAK BERSAMA Heskel Kurnia (Akuntansi 2023) Shalom, Kasih Karunia Allah memberkati kita semua. Sebelumnya penulis menyampaikan ungkapan terima kasih kepada rekan-rekan pengurus yang telah menyediakan wadah yang inklusif untuk penulis membuat renungan ini dengan harapan agar pembaca dapat menyadari pentingnya “kerugian” dalam hidup seseorang melalui sebuah lagu yang menjadi favorit penulis hingga kemudian menjadi judul renungan bulan ini. Lagu “Terjebak Bersama” dari The Rain merupakan refleksi mendalam tentang hubungan yang telah teruji oleh waktu. Dirilis pada Desember 2021 sebagai bagian dari perjalanan musik mereka, lagu ini menyajikan narasi tentang dinamika hubungan yang penuh suka dan duka, namun tetap bertahan karena adanya rasa syukur dan penerimaan. Dalam lagu ini, The Rain mengajak pendengar untuk melihat kata “terjebak” dari sudut pandang yang berbeda. Biasanya, “terjebak” memiliki konotasi yang negatif, namun melalui lirik seperti: “Mereka bilang kita  terjebak bers...