Langsung ke konten utama

Review Proker Masa Perkenalan PMKO FEB UH 2020

Masa perkenalan PMKO FEB UH tahun 2020  dilakukan pada tanggal 29 sampai 30 Oktober 2020 melalui via zoom. Pada maper kali ini tema yang diangkat yaitu " Family In Fellowship" dengan ayat referensi dari Efesus 2 : 19.

Puji Tuhan maper kita dapat terlaksana dengan baik, walaupun dalam masa pandemi Covid 19. Sebagai masyarakat yang taat, dan sebagai pemuda kristen yang harus menjadi teladan maka sesuai dengan anjuran pemerintah,kita dilarang melakukan kegiatan yang menimbulkan kemaraian dan membantu mengurangi penyebaran covid 19,maka MAPAER 2020 kita adakan secara online melalui via zoom. Namun hal ini tidak menghalangi semangat dari anggota PMKO FEB UH untuk  hadir dalam masa perkenalan yang dilakukan secara online ini. MAPER 2020 ini secara garis besar sebagai wadah memperkenalkan PMKO FEB UH sebagai organisasi yang eksis di dalam kampus serta tempat untuk bersekutu bersama.

Maper ini berlangsung selama 2 hari yaitu hari kamis 29 Oktober 2020 dan hari jumat 30 Oktober 2020. Dimana hari pertama dihadiri cukup banyak anggota PMKO FEB UH seperti pada gambar berikut

Dan pada hari kedua tidak kalah banyak seperti pada gambar berikut.

Kami berterimakasih kepada segenap anggota PMKO FEB UH, serta dewan pembina yang telah berkontribusi maupun menempatkan waktunya untuk hadir dalam kegiatan ini. Semoga kedepannya kita semakin lebih baik lagi.

Kami sadar bahwa dalam pelaksanaan MAPER ini kami tidak lepas dari kekurangan dan kesalahan, khususnya karena pandemi ini,mungkin banyak di antara kita yang tidak puas dan bahkan kecewa karena tidak sesuai dengan ekspektasi teman teman,namun  semua ini diluar kendali kami, oleh karena itu kami mohon maaf, dan kiranya hal ini tidak menghalangi sukacita kita dalam pelaksanaannya.

Tetap jaga semangatnya teman teman PMKOerz.. dan yang belum sempat hadir jangan berkecil hati, tetap semangat dalam kegiatan kegiatan lainnya. Tuhan Yesus Memberkati 😇

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan Bulan Desember

Firman Tuhan Adalah Benih Yang Menghidupkan ( Mzm. 1:1-3 ; Luk. 8:11-15) Mazm. 1:1-3    Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Firman Tuhan adalah makanan rohani orang percaya untuk bertumbuh akan pengenalan kepada Yesus dan kebenaran-Nya. Namun dewasa ini, banyak orang Kristen yang enggan membaca Alkitab dengan berbagai alasan. Padahal, jika kita membaca dalam Mzm. 1:1-3, seharusnya kita senantiasa membaca bahkan merenungkan Firman Tuhan agar kita menjadi orang yang diberkati di dalam Dia. Menjadi orang yang diberkati bukan menjadi tujuan hidup orang yang hidup di dalam Tuhan, melainkan suatu anug...

Membangun dan Menguatkan

Membangun dan Menguatkan “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25) Dalam menjalani kehidupan ini, tak dapat dipungkiri bahwa masalah bisa saja datang silih berganti. Masalah-masalah yang datang terkadang mampu kita hadapi seorang diri tetapi ada kalanya masalah itu terlalu berat dan kita membutuhkan topangan dari orang lain. Tuhan Yesus sendiri memang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan bukan makhluk individualis. Dalam Kejadian 2:18 berkata “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Firman ini memiliki arti bahwa manusia memang diciptakan memiliki keterkaitan  dengan sesamanya. Kita sebagai manusia meman...

RENUNGAN BULAN MEI

TERJEBAK BERSAMA Heskel Kurnia (Akuntansi 2023) Shalom, Kasih Karunia Allah memberkati kita semua. Sebelumnya penulis menyampaikan ungkapan terima kasih kepada rekan-rekan pengurus yang telah menyediakan wadah yang inklusif untuk penulis membuat renungan ini dengan harapan agar pembaca dapat menyadari pentingnya “kerugian” dalam hidup seseorang melalui sebuah lagu yang menjadi favorit penulis hingga kemudian menjadi judul renungan bulan ini. Lagu “Terjebak Bersama” dari The Rain merupakan refleksi mendalam tentang hubungan yang telah teruji oleh waktu. Dirilis pada Desember 2021 sebagai bagian dari perjalanan musik mereka, lagu ini menyajikan narasi tentang dinamika hubungan yang penuh suka dan duka, namun tetap bertahan karena adanya rasa syukur dan penerimaan. Dalam lagu ini, The Rain mengajak pendengar untuk melihat kata “terjebak” dari sudut pandang yang berbeda. Biasanya, “terjebak” memiliki konotasi yang negatif, namun melalui lirik seperti: “Mereka bilang kita  terjebak bers...