Langsung ke konten utama

Renungan Bulan Maret 2021

Indah pada Waktunya
Filipi 4:10-20

Nama : Tatang Supryatno
Tempat, tanggal lahir : Saludengen, 09 Oktober 2000
Jurusan/angkatan : Akuntansi/2019

Bacaan kita saat ini merupakan wujud ucapan terimakasih Paulus kepada Jemaat di Filipi. Paulus menjelaskan bagaimana sejak awal pelayanannya, ia menghadapi banyak sekali tantangan. Kenyang, kelaparan, kelimpahan, maupun kekurangan semua sudah ia lalui. Namun, ia percaya bahwa semua itu dapat ia lalui karena pertolongan Tuhan Yesus. Salah satunya adalah pertolongan Tuhan lewat jemaat di Filipi. Paulus menjelaskan bahwa sejak awal pelayanannya, jemaat Filipi sudah banyak memberi bantuan kepadanya. Paulus sendiri berharap bahwa bantuan yang diberikan oleh jemaat Filipi merupakan bantuan yang ikhlas tanpa adanya paksaan yang nantinya dapat berbuah didalam kristus.
Sebagaimana keadaan yang dialami paulus dalam pelayanannya, begitu pula yang dialami umat manusia antara tahun 2020 hingga awal tahun 2021. Wabah virus corona memberikan efek yang sangat menakutkan bagi manusia. Kematian, kelumpuhan ekonomi, perkumpulan-perkumpulan dibatasi, bahkan semua pelajar harus belajar dari rumah. Berbagai kesulitan-kesulitan harus dilalui. 
Sebagai umat kepunyaan Allah, dalam menghadapi situasi seperti ini, kita hendaknya mengandalkan Tuhan dan bukan mengandalkan kekuatan kita sebagai manusia. Seperti halnya Paulus yang mangatakan “Bahwa segala perkara dapat kutanggung didalam dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 4 : 13), begitu pula hendaknya kita. Menghadapi situasi seperti hari ini bukan waktunya untuk menyerah dengan keadaan, melainkan melaluinya dengan sabar dan tetap percaya serta yakin bahwa Tuhan Yesus akan tetap memberikan kekuatan. Yakinkan diri bahwa semua ini adalah proses Tuhan didalam hidup kita yang akan indah pada waktu yang ia tentukan. 


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan Bulan Desember

Firman Tuhan Adalah Benih Yang Menghidupkan ( Mzm. 1:1-3 ; Luk. 8:11-15) Mazm. 1:1-3    Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Firman Tuhan adalah makanan rohani orang percaya untuk bertumbuh akan pengenalan kepada Yesus dan kebenaran-Nya. Namun dewasa ini, banyak orang Kristen yang enggan membaca Alkitab dengan berbagai alasan. Padahal, jika kita membaca dalam Mzm. 1:1-3, seharusnya kita senantiasa membaca bahkan merenungkan Firman Tuhan agar kita menjadi orang yang diberkati di dalam Dia. Menjadi orang yang diberkati bukan menjadi tujuan hidup orang yang hidup di dalam Tuhan, melainkan suatu anug...

Membangun dan Menguatkan

Membangun dan Menguatkan “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25) Dalam menjalani kehidupan ini, tak dapat dipungkiri bahwa masalah bisa saja datang silih berganti. Masalah-masalah yang datang terkadang mampu kita hadapi seorang diri tetapi ada kalanya masalah itu terlalu berat dan kita membutuhkan topangan dari orang lain. Tuhan Yesus sendiri memang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan bukan makhluk individualis. Dalam Kejadian 2:18 berkata “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Firman ini memiliki arti bahwa manusia memang diciptakan memiliki keterkaitan  dengan sesamanya. Kita sebagai manusia meman...

RENUNGAN BULAN MEI

TERJEBAK BERSAMA Heskel Kurnia (Akuntansi 2023) Shalom, Kasih Karunia Allah memberkati kita semua. Sebelumnya penulis menyampaikan ungkapan terima kasih kepada rekan-rekan pengurus yang telah menyediakan wadah yang inklusif untuk penulis membuat renungan ini dengan harapan agar pembaca dapat menyadari pentingnya “kerugian” dalam hidup seseorang melalui sebuah lagu yang menjadi favorit penulis hingga kemudian menjadi judul renungan bulan ini. Lagu “Terjebak Bersama” dari The Rain merupakan refleksi mendalam tentang hubungan yang telah teruji oleh waktu. Dirilis pada Desember 2021 sebagai bagian dari perjalanan musik mereka, lagu ini menyajikan narasi tentang dinamika hubungan yang penuh suka dan duka, namun tetap bertahan karena adanya rasa syukur dan penerimaan. Dalam lagu ini, The Rain mengajak pendengar untuk melihat kata “terjebak” dari sudut pandang yang berbeda. Biasanya, “terjebak” memiliki konotasi yang negatif, namun melalui lirik seperti: “Mereka bilang kita  terjebak bers...