Langsung ke konten utama

Artikel Bulan April 2021

Penentang Kebenaran

Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji. (2 Timotius 3:8) 

Nama : Gabriel
Tempat, tanggal lahir : Makassar, 16 Juli 2001
Jurusan/angkatan : Manajemen/2019

Tidak semua orang menyukai kebenaran, sekalipun kebenaran bersumber dari Allah. Sejak manusia pertama diciptakan dan mendiami bumi, selalu ada orang yang secara sadar menentang kebenaran. Sewaktu Musa menjadi pemimpin bangsa Israel, ada dua orang bernama Yanes dan Yambres yang menentang Musa. Karena Musa adalah hamba Allah, maka saat mereka menentang Musa, berarti mereka menentang kebenaran dari Allah yang dibawa oleh Musa.

Sikap menentang kebenaran pasti mengandung risiko bagi si pelaku. Alkitab mencatat setidaknya ada empat hal yang akan dialami oleh para penentang kebenaran: akal menjadi bobrok, iman tidak tahan uji, kualitas hidup yang tidak akan maju (stagnan), bahkan berpotensi melakukan hal-hal yang bodoh secara gamblang di depan publik (ay. 8-9). Mengapa seseorang menjadi penentang kebenaran? Kondisi itu terjadi ketika seseorang memungkiri kekuatan dari ibadah. Memungkiri kekuatan ibadah juga berarti mengingkari kuasa kebenaran firman Tuhan, yang sampai hari ini terbukti mengubahkan kehidupan manusia menjadi lebih baik.

Jika penentang kebenaran mengalami empat hal buruk di atas, maka orang yang menerima dan menerapkan kebenaran akan mengalami hal yang sebaliknya: akal budi yang semakin tercerahkan, iman yang tahan uji, kehidupan yang semakin maju (berkualitas), dan hikmat yang semakin nyata di depan semua orang. Melihat berkat yang Tuhan sediakan, sebaiknya kita perlu waspada dan menjaga diri, supaya jangan sampai kita menjadi orang yang menentang kebenaran.

Quotes: 

"PARA PENENTANG KEBENARAN MENGHABISKAN BANYAK ENERGI, TETAPI KEHIDUPAN MEREKA TAK AKAN PERNAH MENJADI LEBIH BAIK".


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan Bulan Desember

Firman Tuhan Adalah Benih Yang Menghidupkan ( Mzm. 1:1-3 ; Luk. 8:11-15) Mazm. 1:1-3    Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Firman Tuhan adalah makanan rohani orang percaya untuk bertumbuh akan pengenalan kepada Yesus dan kebenaran-Nya. Namun dewasa ini, banyak orang Kristen yang enggan membaca Alkitab dengan berbagai alasan. Padahal, jika kita membaca dalam Mzm. 1:1-3, seharusnya kita senantiasa membaca bahkan merenungkan Firman Tuhan agar kita menjadi orang yang diberkati di dalam Dia. Menjadi orang yang diberkati bukan menjadi tujuan hidup orang yang hidup di dalam Tuhan, melainkan suatu anug...

Membangun dan Menguatkan

Membangun dan Menguatkan “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25) Dalam menjalani kehidupan ini, tak dapat dipungkiri bahwa masalah bisa saja datang silih berganti. Masalah-masalah yang datang terkadang mampu kita hadapi seorang diri tetapi ada kalanya masalah itu terlalu berat dan kita membutuhkan topangan dari orang lain. Tuhan Yesus sendiri memang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan bukan makhluk individualis. Dalam Kejadian 2:18 berkata “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Firman ini memiliki arti bahwa manusia memang diciptakan memiliki keterkaitan  dengan sesamanya. Kita sebagai manusia meman...

RENUNGAN BULAN MEI

TERJEBAK BERSAMA Heskel Kurnia (Akuntansi 2023) Shalom, Kasih Karunia Allah memberkati kita semua. Sebelumnya penulis menyampaikan ungkapan terima kasih kepada rekan-rekan pengurus yang telah menyediakan wadah yang inklusif untuk penulis membuat renungan ini dengan harapan agar pembaca dapat menyadari pentingnya “kerugian” dalam hidup seseorang melalui sebuah lagu yang menjadi favorit penulis hingga kemudian menjadi judul renungan bulan ini. Lagu “Terjebak Bersama” dari The Rain merupakan refleksi mendalam tentang hubungan yang telah teruji oleh waktu. Dirilis pada Desember 2021 sebagai bagian dari perjalanan musik mereka, lagu ini menyajikan narasi tentang dinamika hubungan yang penuh suka dan duka, namun tetap bertahan karena adanya rasa syukur dan penerimaan. Dalam lagu ini, The Rain mengajak pendengar untuk melihat kata “terjebak” dari sudut pandang yang berbeda. Biasanya, “terjebak” memiliki konotasi yang negatif, namun melalui lirik seperti: “Mereka bilang kita  terjebak bers...