Langsung ke konten utama

Review Proker Weekly Worship

 "MUDA DAN GAUL DIMATA TUHAN"
DANIEL 1:1-9

Pelayan : Febrira Jein Parura(IE'17)

Jumat,05 November 2021

    Banyak penilaian orang terhadap kita sebagai anak mudah  zaman sekarang, dan kenapa orang berpendapat kita kurang baik. Itu karena biasanya anak mudah memang melakukan hal-hal yang kurang baik Karena kita sebagai pemudah yang selalu penasaran maka kita bisa melakukan hal sesuai keinginan kita sendiri .Nah, sebagai anak mudah Kristen kita seharusnya bisa mengontrol diri agar terhindar dari hal- hal negatif.

    Bacaan malam ini kita perlu meneladani sosok  Daniel karena perilakunya yang baik dan bijaksana. Dalam bacaan juga tidak menajiskan dirinya sehingga membuatnya dikasihi Tuhan.

    Karakter anak mudah Kristen biasanya akan terbentuk apabila bijak dalam memilih hal-hal seperti  Yang pertama popularitas, kadang orang bisa melakukan bermacam cara agar eksis di lingkungannya bahkan bisa merendahkan orang lain hanya untuk menunjukkan hal-hal yang dia anggap baik dari dirinya. Tetapi apakah itu baik dimata Tuhan? Popularitas yang sejati itu melalui tindakan dan karakter kita seperti anak mudah yang mau mengakui kesalahannya .

    Yang kedua gemar belanja. Nah anak mudah zaman sekarang siapa sih yang tidak suka belanja barang-barang yang bisa membuatnya dianggap gaul atau popularitas, tetapi sebagai anak Kristen yang popularitas dan gaul hal yang perlu dilakukan adalah gemar endengarkan,merenungkan dan melaksanakan firman Tuhan.

    Yang ketiga katakan tidak untuk pergaulan yang kurang baik karena pergaulan itu akan berpengaruh terhadap kita entah itu baik atau tidak baik. Nah disini kita sebagai anak muda yang gaul pastinya kita bisa bijak menilai yang terbaik buat kita.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan Bulan Desember

Firman Tuhan Adalah Benih Yang Menghidupkan ( Mzm. 1:1-3 ; Luk. 8:11-15) Mazm. 1:1-3    Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Firman Tuhan adalah makanan rohani orang percaya untuk bertumbuh akan pengenalan kepada Yesus dan kebenaran-Nya. Namun dewasa ini, banyak orang Kristen yang enggan membaca Alkitab dengan berbagai alasan. Padahal, jika kita membaca dalam Mzm. 1:1-3, seharusnya kita senantiasa membaca bahkan merenungkan Firman Tuhan agar kita menjadi orang yang diberkati di dalam Dia. Menjadi orang yang diberkati bukan menjadi tujuan hidup orang yang hidup di dalam Tuhan, melainkan suatu anug...

Membangun dan Menguatkan

Membangun dan Menguatkan “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25) Dalam menjalani kehidupan ini, tak dapat dipungkiri bahwa masalah bisa saja datang silih berganti. Masalah-masalah yang datang terkadang mampu kita hadapi seorang diri tetapi ada kalanya masalah itu terlalu berat dan kita membutuhkan topangan dari orang lain. Tuhan Yesus sendiri memang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan bukan makhluk individualis. Dalam Kejadian 2:18 berkata “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Firman ini memiliki arti bahwa manusia memang diciptakan memiliki keterkaitan  dengan sesamanya. Kita sebagai manusia meman...

RENUNGAN BULAN MEI

TERJEBAK BERSAMA Heskel Kurnia (Akuntansi 2023) Shalom, Kasih Karunia Allah memberkati kita semua. Sebelumnya penulis menyampaikan ungkapan terima kasih kepada rekan-rekan pengurus yang telah menyediakan wadah yang inklusif untuk penulis membuat renungan ini dengan harapan agar pembaca dapat menyadari pentingnya “kerugian” dalam hidup seseorang melalui sebuah lagu yang menjadi favorit penulis hingga kemudian menjadi judul renungan bulan ini. Lagu “Terjebak Bersama” dari The Rain merupakan refleksi mendalam tentang hubungan yang telah teruji oleh waktu. Dirilis pada Desember 2021 sebagai bagian dari perjalanan musik mereka, lagu ini menyajikan narasi tentang dinamika hubungan yang penuh suka dan duka, namun tetap bertahan karena adanya rasa syukur dan penerimaan. Dalam lagu ini, The Rain mengajak pendengar untuk melihat kata “terjebak” dari sudut pandang yang berbeda. Biasanya, “terjebak” memiliki konotasi yang negatif, namun melalui lirik seperti: “Mereka bilang kita  terjebak bers...