Langsung ke konten utama

Review Studi Banding

 

STUDI BANDING/BENCHMARKING
 PMKO FEB-UH X POMKRIS UNTAD

Benchmarking (Studi Banding) merupakan salah satu program kerja dari Divisi Humas dan Inventaris PMKO FEB-UH. Brenchmarking merupakan kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk membangun hubungan antar organisasi sepelayanan dan untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta inovasi baru dalam menjalankan kepengurusan. Melalui kegiatan ini, tentunya dapat membangun sebuah relasi yang lebih erat antarorganisasi dan menjadi wadah untuk saling bertukar pikiran dalam menjalankan organisasi.  Benchmarking (Studi Banding) merupakan program kerja terbaru dari Divisi Humas dan Inventaris PMKO FEB-UH, oleh karena itu  Benchmarking (Studi Banding) pertama kali diadakan pada kepengurusan 2021/2022.

Pada tanggal 17 Januari 2022 telah terlaksana kegiatan Benchmarking (Studi Banding) PMKO FEB-UH X POMKRIS UNTAD. Kegiatan ini bertempat di Zoom Meeting dan dimuau 10.00 WITA-selesai.  Kegiatan Studi Banding ini mengusung tema “Encourage One Another In Christ” dengan ayat Alkitab Ibrani 10:24 “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dalam pekerjaan baik.

Pada kegiatan Studi Banding ini, diawali dengan pembukaan oleh MC dan Doa, selanjutnya sambutan dari Ketua PMKO FEB-UH dan sambutan dari Ketua POMKRIS UNTAD.  Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan presentasi dari masing-masing ketua organisasi untuk memaparkan profil organisasinya di ruang besar. Kemudian dilanjutkan dengan sharing session (sesi diskusi) yang dilakukan melalui breakut room untuk setiap divisi yang memiliki fungsi yang sama. Setelah sharing session selesai, dilanjutkan dengan Games yang dilakukan di Ruang besar. Lalu acara dilanjutkan dengan pemberian sertifikat oleh Ketua PMKO FEB-UH dan diberikan  kepada ketua POMKRIS UNTAD. Kegiatan Studi Banding PMKO FEB-UH dan POMKRIS UNTAD ditutup dengan pembacaan Doa dan foto Bersama seluruh partisipan acara. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan Bulan Desember

Firman Tuhan Adalah Benih Yang Menghidupkan ( Mzm. 1:1-3 ; Luk. 8:11-15) Mazm. 1:1-3    Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Firman Tuhan adalah makanan rohani orang percaya untuk bertumbuh akan pengenalan kepada Yesus dan kebenaran-Nya. Namun dewasa ini, banyak orang Kristen yang enggan membaca Alkitab dengan berbagai alasan. Padahal, jika kita membaca dalam Mzm. 1:1-3, seharusnya kita senantiasa membaca bahkan merenungkan Firman Tuhan agar kita menjadi orang yang diberkati di dalam Dia. Menjadi orang yang diberkati bukan menjadi tujuan hidup orang yang hidup di dalam Tuhan, melainkan suatu anug...

Membangun dan Menguatkan

Membangun dan Menguatkan “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25) Dalam menjalani kehidupan ini, tak dapat dipungkiri bahwa masalah bisa saja datang silih berganti. Masalah-masalah yang datang terkadang mampu kita hadapi seorang diri tetapi ada kalanya masalah itu terlalu berat dan kita membutuhkan topangan dari orang lain. Tuhan Yesus sendiri memang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan bukan makhluk individualis. Dalam Kejadian 2:18 berkata “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Firman ini memiliki arti bahwa manusia memang diciptakan memiliki keterkaitan  dengan sesamanya. Kita sebagai manusia meman...

RENUNGAN BULAN MEI

TERJEBAK BERSAMA Heskel Kurnia (Akuntansi 2023) Shalom, Kasih Karunia Allah memberkati kita semua. Sebelumnya penulis menyampaikan ungkapan terima kasih kepada rekan-rekan pengurus yang telah menyediakan wadah yang inklusif untuk penulis membuat renungan ini dengan harapan agar pembaca dapat menyadari pentingnya “kerugian” dalam hidup seseorang melalui sebuah lagu yang menjadi favorit penulis hingga kemudian menjadi judul renungan bulan ini. Lagu “Terjebak Bersama” dari The Rain merupakan refleksi mendalam tentang hubungan yang telah teruji oleh waktu. Dirilis pada Desember 2021 sebagai bagian dari perjalanan musik mereka, lagu ini menyajikan narasi tentang dinamika hubungan yang penuh suka dan duka, namun tetap bertahan karena adanya rasa syukur dan penerimaan. Dalam lagu ini, The Rain mengajak pendengar untuk melihat kata “terjebak” dari sudut pandang yang berbeda. Biasanya, “terjebak” memiliki konotasi yang negatif, namun melalui lirik seperti: “Mereka bilang kita  terjebak bers...