Langsung ke konten utama

Artikel Bulan Februari 2022

TUHAN MEMAKAI SIAPAPUN MENJADI ALAT-NYA

Ezra 6:1-12

Nama : Kevin Talebong
Tempat tgl lahir : Makassar, 1 Oktober 2001
Jurusan/ Angkatan : Akuntansi 2020

        Ada begitu banyak orang di sekitar kita yang Tuhan pakai menjadi alat-Nya melakukan pekerjaan-pekerjaan Tuhan sendiri. Mungkin saja hal itu pernah kita alami, disaat kita membutuhkan bantuan bahkan dalam waktu yang sama ada pula orang yang tidak kita kenal datang menolong kita. Cara Tuhan memang tidak bisa kita duga tetapi satu yang harus kita yakini bahwa pekerjaan Tuhan tidak bisa dihentikan oleh manusia.

Siapa saja bisa dipakai Tuhan secara luar biasa untuk melakukan pekerjaan-Nya seperti halnya raja Koresh dan Darius dua raja Persia juga merupakan pemimpin dari bangsa “kafir”. Kedua raja ini dilibatkan Tuhan dalam rencana-Nya untuk melaksanakan kehendak-Nya. Perintah Koresh ditemukan kembali oleh Ahmeta. Perintah itu tertulis dalam dokumen kuno yang berisi perintah untuk membangun kembali rumah Tuhan (ay.3-5). Kemudian raja Darius meneruskan kembali perintah itu bagi Bupati Tatnai agar mendukung pembangunan tersebut serta mendukung dalam pembiayaan seperti yang dilakukan rasa Koresh. Perintah yang dikeluarkan oleh raja Darius memacu kesadaran akan pentingnya menyembah Allah, dengan itu raja Darius hendak menyenangkan Allah semesta langit dan mendoakan raja dan anak-anaknya (ay.9-10). Pembangunan kembali rumah Tuhan dimaksudkan agar peribadatan pada masa itu bisa dilaksanakan dirumah Tuhan sehingga umat Tuhan tetap menjaga kekudusan hidupnya kepada Tuhan

Tuhan sanggup berkarya di hati siapa pun, termasuk dihati orang-orang yang belum mengenal-Nya. Tuhan adalah Raja yang berdaulat yang melaksanakan setiap rencana-Nya untuk mendatangkan kebaikan. Amin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan Bulan Desember

Firman Tuhan Adalah Benih Yang Menghidupkan ( Mzm. 1:1-3 ; Luk. 8:11-15) Mazm. 1:1-3    Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Firman Tuhan adalah makanan rohani orang percaya untuk bertumbuh akan pengenalan kepada Yesus dan kebenaran-Nya. Namun dewasa ini, banyak orang Kristen yang enggan membaca Alkitab dengan berbagai alasan. Padahal, jika kita membaca dalam Mzm. 1:1-3, seharusnya kita senantiasa membaca bahkan merenungkan Firman Tuhan agar kita menjadi orang yang diberkati di dalam Dia. Menjadi orang yang diberkati bukan menjadi tujuan hidup orang yang hidup di dalam Tuhan, melainkan suatu anug...

Membangun dan Menguatkan

Membangun dan Menguatkan “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25) Dalam menjalani kehidupan ini, tak dapat dipungkiri bahwa masalah bisa saja datang silih berganti. Masalah-masalah yang datang terkadang mampu kita hadapi seorang diri tetapi ada kalanya masalah itu terlalu berat dan kita membutuhkan topangan dari orang lain. Tuhan Yesus sendiri memang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan bukan makhluk individualis. Dalam Kejadian 2:18 berkata “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Firman ini memiliki arti bahwa manusia memang diciptakan memiliki keterkaitan  dengan sesamanya. Kita sebagai manusia meman...

RENUNGAN BULAN MEI

TERJEBAK BERSAMA Heskel Kurnia (Akuntansi 2023) Shalom, Kasih Karunia Allah memberkati kita semua. Sebelumnya penulis menyampaikan ungkapan terima kasih kepada rekan-rekan pengurus yang telah menyediakan wadah yang inklusif untuk penulis membuat renungan ini dengan harapan agar pembaca dapat menyadari pentingnya “kerugian” dalam hidup seseorang melalui sebuah lagu yang menjadi favorit penulis hingga kemudian menjadi judul renungan bulan ini. Lagu “Terjebak Bersama” dari The Rain merupakan refleksi mendalam tentang hubungan yang telah teruji oleh waktu. Dirilis pada Desember 2021 sebagai bagian dari perjalanan musik mereka, lagu ini menyajikan narasi tentang dinamika hubungan yang penuh suka dan duka, namun tetap bertahan karena adanya rasa syukur dan penerimaan. Dalam lagu ini, The Rain mengajak pendengar untuk melihat kata “terjebak” dari sudut pandang yang berbeda. Biasanya, “terjebak” memiliki konotasi yang negatif, namun melalui lirik seperti: “Mereka bilang kita  terjebak bers...