Langsung ke konten utama

Review Weekly Worship

 

REVIEW FIRMAN M1 APRIL 2022

Jumat,01 April 2022

PURNAMASARI PODDALA (MNJ'20)

This too will pass(Amsal 14:12-16)

Alkitab mengatakan bahwa Salomo adalah raja yang paling berhikmat yang pernah hidup di bumi ini. Memang untuk segala sesuatu ada masanya. Untuk masalah atau krisis yang sangat besar pun, pasti ada waktu yang tepat untuk berakhir. Jadi kitatidak perlu berputus asa ketika berhadapan dengan masalh besar, karena Tuhan menyediakan sebuah jalan keluar tepat pada waktunya (1 Korintus 10:13). Jika saat ini kita mengalami rentetan masalah seperti yang dialami Ayub, dimana dalam sekjejap mata ia kehilangan anak dan semua kekayaan yang dimilikinya, maka kita harus percaya bahwa ada saat yang tepat di mana Tuhan akan memulihkan segala sesuatunya. Tuhan memulihkan keadaan Ayub pada waktu yang tepat, ketika hati dan motivasi hidup Ayub telah teruji murni.

Jika semua harta, keindahan, kesenangan atau apa yang sangat kita sukai di dunia ini akan berlalu karena bersifat fana, itu berarti kita harus mencari dan mengejar sesuatu yang bersifat kekal. Rick Warren mengatakan bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah gladi bersih sebelum pelaksanaan hidup yang sesungguhnya. Kita akan menghabiskan waktu lebih banyak setelah kematian kita nanti, yaitu di dalam masa kekekalan. Karena itu baiklah kita mempersiapkan diri untuk kehidupan yang kekal. Ketika kita hodup dengan pertimbangan akan kekealan, maka nilai-nilai dan langkah dalam hidup kita akan berubah. Karena itu janganlah lagi kita terfokus pada keinginan untuk mengejar kekayaan, kehormatan atau kedudukan semata, biarlah kita mencari perkara yang kekal. Apa perkara kekal??Yaitu perkara-perkara yang berkaitan dengan Kerajaan Allah. Kejarlah itu!!

Tuhan Yesus memberkati.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan Bulan Desember

Firman Tuhan Adalah Benih Yang Menghidupkan ( Mzm. 1:1-3 ; Luk. 8:11-15) Mazm. 1:1-3    Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Firman Tuhan adalah makanan rohani orang percaya untuk bertumbuh akan pengenalan kepada Yesus dan kebenaran-Nya. Namun dewasa ini, banyak orang Kristen yang enggan membaca Alkitab dengan berbagai alasan. Padahal, jika kita membaca dalam Mzm. 1:1-3, seharusnya kita senantiasa membaca bahkan merenungkan Firman Tuhan agar kita menjadi orang yang diberkati di dalam Dia. Menjadi orang yang diberkati bukan menjadi tujuan hidup orang yang hidup di dalam Tuhan, melainkan suatu anug...

Membangun dan Menguatkan

Membangun dan Menguatkan “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25) Dalam menjalani kehidupan ini, tak dapat dipungkiri bahwa masalah bisa saja datang silih berganti. Masalah-masalah yang datang terkadang mampu kita hadapi seorang diri tetapi ada kalanya masalah itu terlalu berat dan kita membutuhkan topangan dari orang lain. Tuhan Yesus sendiri memang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan bukan makhluk individualis. Dalam Kejadian 2:18 berkata “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Firman ini memiliki arti bahwa manusia memang diciptakan memiliki keterkaitan  dengan sesamanya. Kita sebagai manusia meman...

RENUNGAN BULAN MEI

TERJEBAK BERSAMA Heskel Kurnia (Akuntansi 2023) Shalom, Kasih Karunia Allah memberkati kita semua. Sebelumnya penulis menyampaikan ungkapan terima kasih kepada rekan-rekan pengurus yang telah menyediakan wadah yang inklusif untuk penulis membuat renungan ini dengan harapan agar pembaca dapat menyadari pentingnya “kerugian” dalam hidup seseorang melalui sebuah lagu yang menjadi favorit penulis hingga kemudian menjadi judul renungan bulan ini. Lagu “Terjebak Bersama” dari The Rain merupakan refleksi mendalam tentang hubungan yang telah teruji oleh waktu. Dirilis pada Desember 2021 sebagai bagian dari perjalanan musik mereka, lagu ini menyajikan narasi tentang dinamika hubungan yang penuh suka dan duka, namun tetap bertahan karena adanya rasa syukur dan penerimaan. Dalam lagu ini, The Rain mengajak pendengar untuk melihat kata “terjebak” dari sudut pandang yang berbeda. Biasanya, “terjebak” memiliki konotasi yang negatif, namun melalui lirik seperti: “Mereka bilang kita  terjebak bers...