Langsung ke konten utama

REVIEW PENDALAMAN ALKITAB

 

DOA

Tema : Doa (Matius 21:22)

Nama Pelayan Firman : Pdt. Yohanes Waworundeng M.Min

Hari/Tanggal : Kamis, 13 Oktober 2022

Waktu : 19.00 WITA

Tempat Pelaksanaan : Perintis Kemerdekaan 14 no.23A (Rumah Sdr. Winchel Ak’21)

Moderator : Felix Emmanuel Soemarno (Mnj’21)

Jumlah Peserta : 15 Orang

Seringkali kita mendengar kalimat “Doa merupakan nafas hidup orang Kristen”. Kalimat itu berarti doa sangatlah penting bagi kehidupan umat Kristiani. Pendalaman Alkitab kali ini bertemakan “Doa” dan ayat Alkitab yang menjadi landasannya adalah Matius 21:22, Doa merupakan sarana agar manusia dapat berkomunikasi dengan Tuhan. Dengan berdoa, artinya kita membangun relasi dengan Tuhan. Pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib selain untuk menebus manusia dari dosa, juga untuk memulihkan relasi manusia dengan Tuhan yang semulanya rusak karena dosa. Pengenalan yang baik akan Tuhan menentukan kedewasaan kita kepada-Nya.

Dalam setiap permintaan yang dipanjatkan kepada Tuhan melalui doa, harus disertai dengan iman. Apapun jawaban dari doa kita sekalipun tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, jangan sampai iman kita hilang. Terkadang kita seakan-akan mengatur Tuhan saat kita berdoa, di mana kita memaksakan Tuhan untuk menjawab “YA” pada setiap permohonan kita. Tak jarang kita juga meragukan keberadaan dan kesanggupan Tuhan saat jawaban dari doa kita tidak sesuai dengan ekspektasi. Kita harus memahami bahwa jawaban atas doa sepenuhnya ada di tangan Tuhan. Ketika apa yang kita doakan tidak dikabulkan, artinya Tuhan memiliki rencana yang lebih baik untuk kita. Tidak ada masalah yang terlalu kecil yang diabaikan Tuhan. Kiranya iman kita tidak dipengaruhi oleh situasi dan kondisi yang bisa saja berubah-ubah. Tetaplah percaya kepada Tuhan dan membawa seluruh doa kita kepada-Nya yang Maha Kuasa.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan Bulan Desember

Firman Tuhan Adalah Benih Yang Menghidupkan ( Mzm. 1:1-3 ; Luk. 8:11-15) Mazm. 1:1-3    Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Firman Tuhan adalah makanan rohani orang percaya untuk bertumbuh akan pengenalan kepada Yesus dan kebenaran-Nya. Namun dewasa ini, banyak orang Kristen yang enggan membaca Alkitab dengan berbagai alasan. Padahal, jika kita membaca dalam Mzm. 1:1-3, seharusnya kita senantiasa membaca bahkan merenungkan Firman Tuhan agar kita menjadi orang yang diberkati di dalam Dia. Menjadi orang yang diberkati bukan menjadi tujuan hidup orang yang hidup di dalam Tuhan, melainkan suatu anug...

Membangun dan Menguatkan

Membangun dan Menguatkan “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25) Dalam menjalani kehidupan ini, tak dapat dipungkiri bahwa masalah bisa saja datang silih berganti. Masalah-masalah yang datang terkadang mampu kita hadapi seorang diri tetapi ada kalanya masalah itu terlalu berat dan kita membutuhkan topangan dari orang lain. Tuhan Yesus sendiri memang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan bukan makhluk individualis. Dalam Kejadian 2:18 berkata “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Firman ini memiliki arti bahwa manusia memang diciptakan memiliki keterkaitan  dengan sesamanya. Kita sebagai manusia meman...

RENUNGAN BULAN MEI

TERJEBAK BERSAMA Heskel Kurnia (Akuntansi 2023) Shalom, Kasih Karunia Allah memberkati kita semua. Sebelumnya penulis menyampaikan ungkapan terima kasih kepada rekan-rekan pengurus yang telah menyediakan wadah yang inklusif untuk penulis membuat renungan ini dengan harapan agar pembaca dapat menyadari pentingnya “kerugian” dalam hidup seseorang melalui sebuah lagu yang menjadi favorit penulis hingga kemudian menjadi judul renungan bulan ini. Lagu “Terjebak Bersama” dari The Rain merupakan refleksi mendalam tentang hubungan yang telah teruji oleh waktu. Dirilis pada Desember 2021 sebagai bagian dari perjalanan musik mereka, lagu ini menyajikan narasi tentang dinamika hubungan yang penuh suka dan duka, namun tetap bertahan karena adanya rasa syukur dan penerimaan. Dalam lagu ini, The Rain mengajak pendengar untuk melihat kata “terjebak” dari sudut pandang yang berbeda. Biasanya, “terjebak” memiliki konotasi yang negatif, namun melalui lirik seperti: “Mereka bilang kita  terjebak bers...