Langsung ke konten utama

RENUNGAN BULAN OKTOBER

 

INTEGRITY

Lidya Rebeca (Ak' 2021)

Seperti yang kita ketahui, integritas adalah melakukan hal yang benar walaupun tidak ada yang melihat. Tanpa kita sadari, setiap kita sebenarnya telah dibebaskan oleh Yesus, kita tidak perlu lagi hidup dibawah hukum taurat. Maka dari itu kita harus mengatakan “Yes, We are Under Grace”. Dalam Yohanes 14:26, dikatakan bahwa Roh Kudus yang akan mengajarkankan dan mengingatkan kita. Jadi, kita tidak perlu lagi hidup dibawah larangan-larangan. Roh Kudus tidak menghakimi atau melarang ketika kita berbuat dosa, tetapi Roh Kudus akan mengajar dan mengingatkan. Segala sesuatu yang kita lakukan itu adalah keputusan kita, tidak ada yang melarang.

Kita boleh hidup under grace, tapi kita tidak boleh hidup seenaknya, kita harus punya integritas!

Ada 2L cara untuk kita menjadi orang yang berintegritas:

1.      Lifestyle

Kehidupan itu produk dari kebiasaan. Apa yang kita lakukan sehari-hari itu akanmenjadi diri kita di masa depan. Seperti terus bangun siang dan mager itu buat kita menjadi malas. Tapi ketika kita mau membiasakan hidup benar, berintegritas, aka nada sesuatu hal hebat yang akan terjadi.

2.      Legacy

Hal hebat yang dimaksudkan diatas adalah Legacy. Tuhan Yeus mau lakukan banyak hal hebat tepapi sayangnya Tuhan Yesus hanya melayani 3,5 tahun. Meskipun hanya 3,5 tahun tetapi sudah banyak sekali Tuhan Yesus perbuat. Apakah harus stop sampai disitu saja? Tentu tidak, Yesus wariskan ke kita anak-Nya. Kita yang harus melanjutkan dengan menjadi orang hebat sehingga lingkungan dan orang sekitar kita ikut diberkati.

Tuhan ingin kita hidup tidak hanya diberkati tetapi kita juga harus menjadi berkat bagi orang lain. Tuhan tidak bisa pergunakan kita dengan maksimal kalau kita hidup tidak benar. So guys, mulailah hidup dengan berintegritas!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan Bulan Desember

Firman Tuhan Adalah Benih Yang Menghidupkan ( Mzm. 1:1-3 ; Luk. 8:11-15) Mazm. 1:1-3    Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Firman Tuhan adalah makanan rohani orang percaya untuk bertumbuh akan pengenalan kepada Yesus dan kebenaran-Nya. Namun dewasa ini, banyak orang Kristen yang enggan membaca Alkitab dengan berbagai alasan. Padahal, jika kita membaca dalam Mzm. 1:1-3, seharusnya kita senantiasa membaca bahkan merenungkan Firman Tuhan agar kita menjadi orang yang diberkati di dalam Dia. Menjadi orang yang diberkati bukan menjadi tujuan hidup orang yang hidup di dalam Tuhan, melainkan suatu anug...

Membangun dan Menguatkan

Membangun dan Menguatkan “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25) Dalam menjalani kehidupan ini, tak dapat dipungkiri bahwa masalah bisa saja datang silih berganti. Masalah-masalah yang datang terkadang mampu kita hadapi seorang diri tetapi ada kalanya masalah itu terlalu berat dan kita membutuhkan topangan dari orang lain. Tuhan Yesus sendiri memang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan bukan makhluk individualis. Dalam Kejadian 2:18 berkata “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Firman ini memiliki arti bahwa manusia memang diciptakan memiliki keterkaitan  dengan sesamanya. Kita sebagai manusia meman...

RENUNGAN BULAN MEI

TERJEBAK BERSAMA Heskel Kurnia (Akuntansi 2023) Shalom, Kasih Karunia Allah memberkati kita semua. Sebelumnya penulis menyampaikan ungkapan terima kasih kepada rekan-rekan pengurus yang telah menyediakan wadah yang inklusif untuk penulis membuat renungan ini dengan harapan agar pembaca dapat menyadari pentingnya “kerugian” dalam hidup seseorang melalui sebuah lagu yang menjadi favorit penulis hingga kemudian menjadi judul renungan bulan ini. Lagu “Terjebak Bersama” dari The Rain merupakan refleksi mendalam tentang hubungan yang telah teruji oleh waktu. Dirilis pada Desember 2021 sebagai bagian dari perjalanan musik mereka, lagu ini menyajikan narasi tentang dinamika hubungan yang penuh suka dan duka, namun tetap bertahan karena adanya rasa syukur dan penerimaan. Dalam lagu ini, The Rain mengajak pendengar untuk melihat kata “terjebak” dari sudut pandang yang berbeda. Biasanya, “terjebak” memiliki konotasi yang negatif, namun melalui lirik seperti: “Mereka bilang kita  terjebak bers...