Langsung ke konten utama

ARTIKEL BULAN FEBRUARI



Nama : Geyraldi Mezzy Marin
Jurusan/Angkatan: Manajemen 25


“PEKA TERHADAP PANGGILAN TUHAN”

Wahyu 3:20 – “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetuk. Jika ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk dan makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.”

Semua ini bermula saat saya hendak mengikuti perkuliahan pertama sebagai mahasiswa baru. Di masa awal itu, saya merasa jauh dari Tuhan. Saya lebih fokus memikirkan bagaimana beradaptasi dengan lingkungan baru, mencari teman, dan menyesuaikan diri dengan dunia perkuliahan. Ketika teman mengajak saya untuk beribadah atau mengikuti Jam Doa (JADO), sering kali saya menolak dengan berbagai alasan. Hati saya seperti tertutup, dan saya merasa biasa saja tanpa persekutuan.

Namun firman Tuhan dalam Wahyu 3:20 mengingatkan bahwa Tuhan tidak pernah berhenti mengetuk pintu hati kita. Walaupun kita sering mengabaikan-Nya, Tuhan tetap setia. Ia tidak memaksa, tetapi dengan kasih Ia terus memanggil. Seperti gembala yang mencari domba yang hilang, Tuhan juga mencari setiap kita yang mungkin sedang tersesat oleh kesibukan dan kelelahan.

Di tengah kehidupan kampus yang penuh tantangan, panggilan Tuhan sering hadir lewat hal-hal sederhana: ajakan teman untuk ikut ibadah, teguran firman saat renungan, atau rasa rindu yang tiba-tiba muncul untuk kembali berdoa. Itu adalah ketukan Tuhan di pintu hati kita. Pertanyaannya, apakah kita peka untuk mendengar dan mau membuka pintu?

Pada akhirnya saya secara pribadi belajar untuk mulai peka dan menerima panggilan Tuhan. Saya mulai kembali bersekutu, ikut Jam Doa, dan belajar melayani walaupun belum sempurna. Saya sadar bahwa Tuhan tidak menunggu kita menjadi sempurna baru datang kepada-Nya. Justru dalam kelemahan kita, Ia bekerja dan membentuk kita.

Tuhan selalu baik, dan Ia tidak pernah menyerah memanggil anak-anak-Nya.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membangun dan Menguatkan

Membangun dan Menguatkan “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25) Dalam menjalani kehidupan ini, tak dapat dipungkiri bahwa masalah bisa saja datang silih berganti. Masalah-masalah yang datang terkadang mampu kita hadapi seorang diri tetapi ada kalanya masalah itu terlalu berat dan kita membutuhkan topangan dari orang lain. Tuhan Yesus sendiri memang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan bukan makhluk individualis. Dalam Kejadian 2:18 berkata “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Firman ini memiliki arti bahwa manusia memang diciptakan memiliki keterkaitan  dengan sesamanya. Kita sebagai manusia meman...

Renungan Bulan Desember

Firman Tuhan Adalah Benih Yang Menghidupkan ( Mzm. 1:1-3 ; Luk. 8:11-15) Mazm. 1:1-3    Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Firman Tuhan adalah makanan rohani orang percaya untuk bertumbuh akan pengenalan kepada Yesus dan kebenaran-Nya. Namun dewasa ini, banyak orang Kristen yang enggan membaca Alkitab dengan berbagai alasan. Padahal, jika kita membaca dalam Mzm. 1:1-3, seharusnya kita senantiasa membaca bahkan merenungkan Firman Tuhan agar kita menjadi orang yang diberkati di dalam Dia. Menjadi orang yang diberkati bukan menjadi tujuan hidup orang yang hidup di dalam Tuhan, melainkan suatu anug...

Review Pendalaman Alkitab

DOA Waktu Pelaksanaan      : Selasa, 12 Oktober 2021 Pemateri                       : Ev. Pieter G. O. Sunkudon Jumlah Peserta             : 47 orang Ayat Alkitab                : Matius 6:5-15      Doa merupakan kebiasaan atau gaya hidup setiap orang percaya sehingga seringkali dikatakan doa sebagai nafas hidup orang percaya. Seringkali kita berdoa tetapi tidak juga didengar atau dibalaskan oleh Tuhan. Hal ini dikarenakan beberapa kesalahan yang kita perbuat ketika berdoa. Dalam Matius 6:5-8, Tuhan Yesus mengajarkan bagaimana seharusnya sikap seseorang dalam berdoa. Dalam firman Tuhan tersebut, dikatakan bahwa seringkali banyak orang yang berdoa seperti orang munafik yang berdoa di tempat umum untuk dilihat atau dikenal...