Langsung ke konten utama

REVIEW JAM DOA

  

Jumat, 27 Maret 2026
Tema: Lakukan yang Benar Bukan yang Disukai

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yesus Kristus atas kasih dan penyertaan-Nya, sehingga Jam Doa minggu ini tetap dapat terlaksana meskipun bertepatan dengan hari libur raya. Jam Doa diadakan secara online, dipimpin oleh saudari Alni Oktavi (Ak'23) sebagai pelayan firman. Tema ini diambil dari bacaan Kolose 3:23 dengan tema "lakukan yang benar bukan yang disukai".

Seringkali dalam hidup, pekerjaan, atau pelayanan, kita cenderung memilih untuk melakukan apa yang kita "sukai" atau apa yang "mudah", daripada apa yang "benar". Kita bekerja keras hanya saat bos ada, atau bersikap baik hanya kepada orang yang menguntungkan kita. Kolose 3:23 datang sebagai teguran sekaligus motivasi untuk mengubah perspektif kita: bahwa hidup ini bukan tentang pencarian kesenangan diri, melainkan tentang kesetiaan kepada Tuhan. 

1. Motivasi Tertinggi: Untuk Tuhan, Bukan Manusia

Ayat ini menegaskan, "perbuatlah... seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." 

Melakukan yang disukai seringkali berpusat pada diri sendiri (ego) atau pujian manusia.

Melakukan yang benar berpusat pada Tuhan.

Saat kita sadar bahwa Tuhan adalah "bos" tertinggi kita—yang melihat tindakan kita bahkan saat tidak ada orang lain yang melihat—motivasi kita akan berubah. Kita tidak lagi bekerja sekadar untuk mendapat apresiasi, melainkan untuk menyenangkan hati Tuhan. 

2. Segenap Hati dalam Kebenaran

"Perbuatlah dengan segenap hatimu." Ini berarti melakukan yang benar—walaupun itu sulit, membosankan, atau tidak populer—dengan antusiasme dan integritas tertinggi. Melakukan yang benar seringkali tidak disukai oleh daging kita. Mungkin itu berarti jujur saat yang lain curang, sabar saat ingin marah, atau tetap bekerja keras saat ingin santai. 

3. Upah yang Kekal

Mengapa kita harus melakukan yang benar? Ayat selanjutnya (Kolose 3:24) menjelaskan bahwa kita akan menerima upah dari Tuhan. Manusia mungkin tidak menghargai kebenaran yang kita lakukan, bahkan mungkin menghinanya. Namun, Tuhan menghargai setiap dedikasi. Melakukan yang benar adalah persembahan yang hidup. 


Aplikasi

- Di Tempat Kerja: Jangan bekerja setengah hati (bersungut-sungut) saat tugas terasa berat. Kerjakan dengan "segenap hati" seolah-olah Tuhan yang meminta tugas tersebut.

- Dalam Relasi: Jadilah jujur dan kasih, bukan karena ingin dipuji, tetapi karena itu yang benar di mata Tuhan.

- Dalam Pelayanan: Layani bukan untuk dilihat orang, melainkan sebagai bentuk penyembahan. 

kita melakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati, baik itu pekerjaan, pelayanan, studi, hidup berkeluarga, ibadah dan sebagainya. Bukan dengan keluh kesah, gerutu atau persungutan.  Biasanya di tempat kerja ada banyak hal yang kita keluhkan, mulai gaji, job description yang tidak jelas, atasan yang bertindak semena-mena dan sebagainya.  Akibatnya kita pun mengerjakan setiap tugas atau pekerjaan kita tidak dengan sepenuh hati. Begitu juga dalam hal pelayanan, kita pun melakukannya sebagai hal yang rutin, biasa-biasa saja tanpa semangat. Sesungguhnya Tuhan Yesus telah memberikan teladan bagi umat-Nya bagaimana Ia melakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati.  Apa pun yang menjadi kehendak Bapa dikerjakan-Nya dengan sepenuh hati meski harus melewati penderitaann yang hebat, bahkan sampai harus mati di kayu salib.

Yang dinilai Tuhan bukanlah aktivitas yang terlihat tetapi Ia melihat hati kita;  kesepenuh hatian kita ketika melayani Dia, itulah yang dikenan Tuhan.  Ada upah yang disediakan Tuhan bagi orang-orang yang melayani Tuhan dengan sepenuh hati.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membangun dan Menguatkan

Membangun dan Menguatkan “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25) Dalam menjalani kehidupan ini, tak dapat dipungkiri bahwa masalah bisa saja datang silih berganti. Masalah-masalah yang datang terkadang mampu kita hadapi seorang diri tetapi ada kalanya masalah itu terlalu berat dan kita membutuhkan topangan dari orang lain. Tuhan Yesus sendiri memang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan bukan makhluk individualis. Dalam Kejadian 2:18 berkata “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Firman ini memiliki arti bahwa manusia memang diciptakan memiliki keterkaitan  dengan sesamanya. Kita sebagai manusia meman...

Renungan Bulan Desember

Firman Tuhan Adalah Benih Yang Menghidupkan ( Mzm. 1:1-3 ; Luk. 8:11-15) Mazm. 1:1-3    Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Firman Tuhan adalah makanan rohani orang percaya untuk bertumbuh akan pengenalan kepada Yesus dan kebenaran-Nya. Namun dewasa ini, banyak orang Kristen yang enggan membaca Alkitab dengan berbagai alasan. Padahal, jika kita membaca dalam Mzm. 1:1-3, seharusnya kita senantiasa membaca bahkan merenungkan Firman Tuhan agar kita menjadi orang yang diberkati di dalam Dia. Menjadi orang yang diberkati bukan menjadi tujuan hidup orang yang hidup di dalam Tuhan, melainkan suatu anug...

Review Pendalaman Alkitab

DOA Waktu Pelaksanaan      : Selasa, 12 Oktober 2021 Pemateri                       : Ev. Pieter G. O. Sunkudon Jumlah Peserta             : 47 orang Ayat Alkitab                : Matius 6:5-15      Doa merupakan kebiasaan atau gaya hidup setiap orang percaya sehingga seringkali dikatakan doa sebagai nafas hidup orang percaya. Seringkali kita berdoa tetapi tidak juga didengar atau dibalaskan oleh Tuhan. Hal ini dikarenakan beberapa kesalahan yang kita perbuat ketika berdoa. Dalam Matius 6:5-8, Tuhan Yesus mengajarkan bagaimana seharusnya sikap seseorang dalam berdoa. Dalam firman Tuhan tersebut, dikatakan bahwa seringkali banyak orang yang berdoa seperti orang munafik yang berdoa di tempat umum untuk dilihat atau dikenal...