Langsung ke konten utama

REVIEW PELATIHAN PELAYANAN

     Pelatihan Pelayanan: Worship Leader

(Pelataran Baruga Unhas) 

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus karena atas kasih dan penyertaan-Nya kegiatan Pelatihan Worship Leader (WL) yang diadakan oleh PMKO FEB Universitas Hasanuddin dapat terlaksana dengan baik pada hari Jumat, 13 Maret 2026, bertempat di pelataran Baruga Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini diisi oleh fasilitator kita, Ivon Sandalalong Bandaso dari Ilmu Ekonomi angkatan 2022, yang dengan penuh semangat dan kerendahan hati membagikan ilmu serta pengalamannya dalam memimpin pujian dan penyembahan. Melalui sesi pelatihan ini, para peserta diajak untuk memahami lebih dalam makna melayani sebagai WL, bukan hanya soal kemampuan bernyanyi, tetapi juga tentang hati yang siap dipakai Tuhan untuk membawa jemaat masuk dalam hadirat-Nya.

​Poin utama yang membuat pelatihan ini berkesan adalah interaksi intensif antara fasilitator kita, Ivon Bandaso  (Ilmu Ekonomi 2022), dengan seluruh audiens. Kak ivon tidak hanya berdiri di depan untuk memaparkan materi, melainkan membuka ruang diskusi yang hangat dan terbuka.

​Beberapa sorotan interaktif dalam kegiatan ini meliputi:

​Dialog Dua Arah: Peserta diajak menggali makna pelayanan bukan hanya sebagai penyanyi, tapi sebagai pelayan hati. Banyak pertanyaan dan sharing pengalaman yang muncul, menciptakan suasana belajar yang "hidup".

​Sesi Praktik Langsung: Teori langsung diuji di tempat! Para peserta diberi kesempatan untuk praktik memimpin pujian, yang membuat suasana Pelataran Baruga terasa seperti simulasi ibadah yang nyata.

​Feedback Konstruktif: Setiap simulasi langsung mendapatkan masukan membangun dari kak Ivon, sehingga peserta tahu persis bagian mana yang perlu ditingkatkan, baik dari segi teknik maupun kesiapan mental.

​Suasana yang cair dan partisipatif ini membuktikan bahwa menjadi seorang WL adalah tentang pertumbuhan bersama. Peserta tidak hanya pulang membawa catatan, tetapi juga pengalaman nyata. Semoga semangat yang berkobar di Baruga tempo hari terus bertumbuh dalam pelayanan kita masing-masing demi kemuliaan nama Tuhan.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan Bulan Desember

Firman Tuhan Adalah Benih Yang Menghidupkan ( Mzm. 1:1-3 ; Luk. 8:11-15) Mazm. 1:1-3    Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Firman Tuhan adalah makanan rohani orang percaya untuk bertumbuh akan pengenalan kepada Yesus dan kebenaran-Nya. Namun dewasa ini, banyak orang Kristen yang enggan membaca Alkitab dengan berbagai alasan. Padahal, jika kita membaca dalam Mzm. 1:1-3, seharusnya kita senantiasa membaca bahkan merenungkan Firman Tuhan agar kita menjadi orang yang diberkati di dalam Dia. Menjadi orang yang diberkati bukan menjadi tujuan hidup orang yang hidup di dalam Tuhan, melainkan suatu anug...

Membangun dan Menguatkan

Membangun dan Menguatkan “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25) Dalam menjalani kehidupan ini, tak dapat dipungkiri bahwa masalah bisa saja datang silih berganti. Masalah-masalah yang datang terkadang mampu kita hadapi seorang diri tetapi ada kalanya masalah itu terlalu berat dan kita membutuhkan topangan dari orang lain. Tuhan Yesus sendiri memang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan bukan makhluk individualis. Dalam Kejadian 2:18 berkata “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Firman ini memiliki arti bahwa manusia memang diciptakan memiliki keterkaitan  dengan sesamanya. Kita sebagai manusia meman...

RENUNGAN BULAN MEI

TERJEBAK BERSAMA Heskel Kurnia (Akuntansi 2023) Shalom, Kasih Karunia Allah memberkati kita semua. Sebelumnya penulis menyampaikan ungkapan terima kasih kepada rekan-rekan pengurus yang telah menyediakan wadah yang inklusif untuk penulis membuat renungan ini dengan harapan agar pembaca dapat menyadari pentingnya “kerugian” dalam hidup seseorang melalui sebuah lagu yang menjadi favorit penulis hingga kemudian menjadi judul renungan bulan ini. Lagu “Terjebak Bersama” dari The Rain merupakan refleksi mendalam tentang hubungan yang telah teruji oleh waktu. Dirilis pada Desember 2021 sebagai bagian dari perjalanan musik mereka, lagu ini menyajikan narasi tentang dinamika hubungan yang penuh suka dan duka, namun tetap bertahan karena adanya rasa syukur dan penerimaan. Dalam lagu ini, The Rain mengajak pendengar untuk melihat kata “terjebak” dari sudut pandang yang berbeda. Biasanya, “terjebak” memiliki konotasi yang negatif, namun melalui lirik seperti: “Mereka bilang kita  terjebak bers...