Langsung ke konten utama

REVIEW JAM DOA

 

Kamis, 2 April 2026
Tema: Jangan Takut, Tuhan Menguatkanmu

Puji Tuhan Jam Doa kembali dilaksanakan dengan baik di Pelataran Baruga. Pelayanan dipimpin oleh Risaldi Sau Pangloli (IE'2025) sebagai pemimpin Jam Doa, didampingi oleh Marlyus Tandibunna (IE'2025) sebagai gitaris dan Grand Kendenan (IE'2024) sebagai cajonist.

Renungan ini menyoroti pergumulan anak muda yang sering merasa ragu atau takut menunjukkan identitas imannya. Ketakutan ini muncul dalam bentuk rasa takut dianggap "sok suci" saat berbagi ayat di media sosial, atau takut dibilang "nggak gaul" karena lebih memilih pelayanan daripada nongkrong.

Melalui Matius 10:24-39, kita diingatkan bahwa Yesus memahami tekanan, ejekan, dan penolakan yang kita hadapi, karena Ia pun mengalaminya.

Ada tiga alasan utama mengapa kita tidak perlu takut dalam menjalani hidup dan pelayanan:

Yesus Adalah Teladan Keberanian (ay. 25)

Sebagai murid, wajar jika kita menghadapi penolakan karena Guru kita pun ditolak. Kita belajar untuk tetap setia dan berani karena kita mengikuti Sang Guru yang tidak gentar bahkan saat menghadapi salib.

Bapa Memelihara Hidupmu (ay. 29-31)

Jika burung pipit yang kecil saja dipelihara oleh Allah, apalagi kita yang jauh lebih berharga di mata-Nya. Allah Bapa tahu setiap pergumulan kita dan tangan-Nya tidak pernah lepas menjaga hidup kita.

Roh Kudus Meneguhkan Hatimu (ay. 19-20)

Saat kita merasa takut untuk bersaksi atau melayani, Roh Kudus akan hadir memberikan kata-kata, keberanian, dan kekuatan untuk melangkah. Kita tidak berjalan sendirian.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan Bulan Desember

Firman Tuhan Adalah Benih Yang Menghidupkan ( Mzm. 1:1-3 ; Luk. 8:11-15) Mazm. 1:1-3    Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Firman Tuhan adalah makanan rohani orang percaya untuk bertumbuh akan pengenalan kepada Yesus dan kebenaran-Nya. Namun dewasa ini, banyak orang Kristen yang enggan membaca Alkitab dengan berbagai alasan. Padahal, jika kita membaca dalam Mzm. 1:1-3, seharusnya kita senantiasa membaca bahkan merenungkan Firman Tuhan agar kita menjadi orang yang diberkati di dalam Dia. Menjadi orang yang diberkati bukan menjadi tujuan hidup orang yang hidup di dalam Tuhan, melainkan suatu anug...

Membangun dan Menguatkan

Membangun dan Menguatkan “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25) Dalam menjalani kehidupan ini, tak dapat dipungkiri bahwa masalah bisa saja datang silih berganti. Masalah-masalah yang datang terkadang mampu kita hadapi seorang diri tetapi ada kalanya masalah itu terlalu berat dan kita membutuhkan topangan dari orang lain. Tuhan Yesus sendiri memang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan bukan makhluk individualis. Dalam Kejadian 2:18 berkata “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Firman ini memiliki arti bahwa manusia memang diciptakan memiliki keterkaitan  dengan sesamanya. Kita sebagai manusia meman...

RENUNGAN BULAN MEI

TERJEBAK BERSAMA Heskel Kurnia (Akuntansi 2023) Shalom, Kasih Karunia Allah memberkati kita semua. Sebelumnya penulis menyampaikan ungkapan terima kasih kepada rekan-rekan pengurus yang telah menyediakan wadah yang inklusif untuk penulis membuat renungan ini dengan harapan agar pembaca dapat menyadari pentingnya “kerugian” dalam hidup seseorang melalui sebuah lagu yang menjadi favorit penulis hingga kemudian menjadi judul renungan bulan ini. Lagu “Terjebak Bersama” dari The Rain merupakan refleksi mendalam tentang hubungan yang telah teruji oleh waktu. Dirilis pada Desember 2021 sebagai bagian dari perjalanan musik mereka, lagu ini menyajikan narasi tentang dinamika hubungan yang penuh suka dan duka, namun tetap bertahan karena adanya rasa syukur dan penerimaan. Dalam lagu ini, The Rain mengajak pendengar untuk melihat kata “terjebak” dari sudut pandang yang berbeda. Biasanya, “terjebak” memiliki konotasi yang negatif, namun melalui lirik seperti: “Mereka bilang kita  terjebak bers...