Puji Tuhan Jam Doa kembali dilaksanakan dengan baik di Pelataran Baruga. Pelayanan dipimpin oleh Risaldi Sau Pangloli (IE'2025) sebagai pemimpin Jam Doa, didampingi oleh Marlyus Tandibunna (IE'2025) sebagai gitaris dan Grand Kendenan (IE'2024) sebagai cajonist.
Renungan ini menyoroti pergumulan anak muda yang sering merasa ragu atau takut menunjukkan identitas imannya. Ketakutan ini muncul dalam bentuk rasa takut dianggap "sok suci" saat berbagi ayat di media sosial, atau takut dibilang "nggak gaul" karena lebih memilih pelayanan daripada nongkrong.
Melalui Matius 10:24-39, kita diingatkan bahwa Yesus memahami tekanan, ejekan, dan penolakan yang kita hadapi, karena Ia pun mengalaminya.
Ada tiga alasan utama mengapa kita tidak perlu takut dalam menjalani hidup dan pelayanan:
Yesus Adalah Teladan Keberanian (ay. 25)
Sebagai murid, wajar jika kita menghadapi penolakan karena Guru kita pun ditolak. Kita belajar untuk tetap setia dan berani karena kita mengikuti Sang Guru yang tidak gentar bahkan saat menghadapi salib.
Bapa Memelihara Hidupmu (ay. 29-31)
Jika burung pipit yang kecil saja dipelihara oleh Allah, apalagi kita yang jauh lebih berharga di mata-Nya. Allah Bapa tahu setiap pergumulan kita dan tangan-Nya tidak pernah lepas menjaga hidup kita.
Roh Kudus Meneguhkan Hatimu (ay. 19-20)
Saat kita merasa takut untuk bersaksi atau melayani, Roh Kudus akan hadir memberikan kata-kata, keberanian, dan kekuatan untuk melangkah. Kita tidak berjalan sendirian.

Komentar
Posting Komentar