Langsung ke konten utama

REVIEW JAM DOA

 

Jumat, 10 April 2026
Tema: Hari Ketiga Ada Kebangkitan

Puji Tuhan Jam Doa kembali dilaksanakan dengan baik di Pelataran Baruga. Pelayanan dipimpin oleh Tristan Gravila J. S. (AK’22) sebagai pemimpin Jam Doa, didampingi oleh Felix Nathaniel (MNJ’25) sebagai gitaris dan Alfin Rudyanto (MNJ’24) sebagai cajonist.

Melalui firman Tuhan kita belajar tentang makna “hari ketiga”. Dalam Alkitab hari ketiga sering menjadi tanda pemulihan dan kebangkitan. Dalam Hosea 6:2 tertulis bahwa pada hari ketiga Tuhan membangkitkan umat-Nya. Demikian juga dalam Perjanjian Baru Yesus bangkit pada hari ketiga sebagai tanda kemenangan atas dosa dan maut. Hari pertama dan kedua sering menggambarkan proses, penantian, bahkan rasa tidak pasti. Namun hari ketiga berbicara tentang jawaban Tuhan yang nyata.

Dalam kehidupan kita sebagai mahasiswa sering kali kita berada di “hari pertama” dan “hari kedua” saat doa belum dijawab, usaha belum terlihat hasil, dan harapan terasa jauh. Tetapi firman Tuhan mengingatkan melalui Habakuk 2:3 bahwa penglihatan itu masih menanti waktunya dan tidak akan berdusta. Artinya Tuhan tidak pernah terlambat. Ia bekerja dalam proses untuk mempersiapkan kita menerima apa yang sudah Ia rancangkan.

Karena itu kita diajak untuk tetap percaya dan tidak menyerah dalam masa penantian. Hari ketiga pasti ada bagi setiap orang yang tetap setia. Tuhan sanggup mengubah keadaan, memulihkan yang rusak, dan membangkitkan harapan yang hampir padam. Tetap berpegang pada Tuhan, karena di waktu-Nya yang tepat, Ia akan menyatakan kebangkitan dalam hidup kita.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membangun dan Menguatkan

Membangun dan Menguatkan “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25) Dalam menjalani kehidupan ini, tak dapat dipungkiri bahwa masalah bisa saja datang silih berganti. Masalah-masalah yang datang terkadang mampu kita hadapi seorang diri tetapi ada kalanya masalah itu terlalu berat dan kita membutuhkan topangan dari orang lain. Tuhan Yesus sendiri memang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan bukan makhluk individualis. Dalam Kejadian 2:18 berkata “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Firman ini memiliki arti bahwa manusia memang diciptakan memiliki keterkaitan  dengan sesamanya. Kita sebagai manusia meman...

Renungan Bulan Desember

Firman Tuhan Adalah Benih Yang Menghidupkan ( Mzm. 1:1-3 ; Luk. 8:11-15) Mazm. 1:1-3    Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Firman Tuhan adalah makanan rohani orang percaya untuk bertumbuh akan pengenalan kepada Yesus dan kebenaran-Nya. Namun dewasa ini, banyak orang Kristen yang enggan membaca Alkitab dengan berbagai alasan. Padahal, jika kita membaca dalam Mzm. 1:1-3, seharusnya kita senantiasa membaca bahkan merenungkan Firman Tuhan agar kita menjadi orang yang diberkati di dalam Dia. Menjadi orang yang diberkati bukan menjadi tujuan hidup orang yang hidup di dalam Tuhan, melainkan suatu anug...

Review Pendalaman Alkitab

DOA Waktu Pelaksanaan      : Selasa, 12 Oktober 2021 Pemateri                       : Ev. Pieter G. O. Sunkudon Jumlah Peserta             : 47 orang Ayat Alkitab                : Matius 6:5-15      Doa merupakan kebiasaan atau gaya hidup setiap orang percaya sehingga seringkali dikatakan doa sebagai nafas hidup orang percaya. Seringkali kita berdoa tetapi tidak juga didengar atau dibalaskan oleh Tuhan. Hal ini dikarenakan beberapa kesalahan yang kita perbuat ketika berdoa. Dalam Matius 6:5-8, Tuhan Yesus mengajarkan bagaimana seharusnya sikap seseorang dalam berdoa. Dalam firman Tuhan tersebut, dikatakan bahwa seringkali banyak orang yang berdoa seperti orang munafik yang berdoa di tempat umum untuk dilihat atau dikenal...