Puji Tuhan Jam Doa kembali dilaksanakan dengan baik di Pelataran Baruga. Pelayanan dipimpin oleh Benaya Rehuel Eppang (IE’24) sebagai pelayan Jam Doa, didampingi oleh Grand Kendenan (IE’24) sebagai gitaris dan Robin Tangelanggen (IE’24) sebagai cajonist.
Melalui firman Tuhan dalam Roma 12:1, kita diingatkan untuk mempersembahkan hidup sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah. Ini bukan hanya tentang memberi sebagian, tetapi menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan. Dalam keseharian sebagai mahasiswa, kita sering masih memegang kendali atas rencana dan keinginan kita, padahal Tuhan rindu kita belajar menyangkal diri dan hidup bagi-Nya. Penyerahan diri memang tidak selalu mudah, tetapi di situlah kita dibentuk dan dipakai Tuhan.
Yesus mengajarkan bahwa mengikut Dia berarti memikul salib, namun di balik itu ada hidup yang sejati. Ketika kita berhenti hidup untuk diri sendiri dan mulai hidup untuk Tuhan, kita menemukan tujuan yang sebenarnya. Kiranya melalui firman ini kita belajar untuk tidak setengah-setengah, tetapi berani hidup habis-habisan bagi Tuhan. Shalom 🙏

Komentar
Posting Komentar