Langsung ke konten utama

REVIEW JAM DOA

Jumat, 15 Mei 2026

Tema: Kasih dan Damai

Puji Tuhan Jam Doa hari ini kembali dilaksanakan secara online via gmeet. Pelayanan dipimpin oleh Putri Patricia Ngohal (IE'23) sebagai pemimpin Jam Doa.

Kehidupan kampus adalah dunia yang penuh perbedaan. Kita bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, cara berpikir, dan kebiasaan yang tidak selalu sama dengan kita. Di sinilah Rasul Petrus berbicara kepada kita melalui 1 Petrus 3:8 memanggil kita untuk hidup seia sekata, seperasaan, mengasihi, penyayang, dan rendah hati. 

Seia sekata dan seperasaan bukan berarti kita harus selalu setuju dalam segala hal, tetapi bersatu dalam tujuan dan mau benar-benar hadir bagi sesama. Ketika ada teman yang sedang berjuang dengan tekanan akademis atau kesepian jauh dari keluarga, seperasaan mengajak kita untuk tidak sekadar berkata "semangat ya" lalu berlalu, tetapi duduk bersama dan menanggung beban itu dengan tulus.

Lebih jauh, Petrus memanggil kita untuk mengasihi, menjadi penyayang, dan hidup dengan rendah hati. Di kampus yang sering kali kompetitif, sangat mudah untuk mengasihi hanya orang-orang yang menyenangkan kita, dan sangat mudah pula untuk merasa lebih dari orang lain karena prestasi atau jabatan dalam organisasi. Namun kasih yang sejati adalah keputusan yang diambil setiap hari tetap hadir meski teman itu menyebalkan, tetap mendukung meski hubungan itu tidak menguntungkan. Rendah hati bukan merendahkan diri sendiri, melainkan kejujuran bahwa semua yang kita miliki adalah anugerah, dan bahwa setiap orang di sekitar kita memiliki nilai yang sama di hadapan Tuhan. 

Ketika kelima nilai ini benar-benar hidup dalam diri kita, kampus bukan lagi sekadar tempat mencari gelar tetapi menjadi ladang di mana kasih Tuhan terasa nyata melalui cara kita memperlakukan satu sama lain setiap harinya.









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan Bulan Desember

Firman Tuhan Adalah Benih Yang Menghidupkan ( Mzm. 1:1-3 ; Luk. 8:11-15) Mazm. 1:1-3    Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Firman Tuhan adalah makanan rohani orang percaya untuk bertumbuh akan pengenalan kepada Yesus dan kebenaran-Nya. Namun dewasa ini, banyak orang Kristen yang enggan membaca Alkitab dengan berbagai alasan. Padahal, jika kita membaca dalam Mzm. 1:1-3, seharusnya kita senantiasa membaca bahkan merenungkan Firman Tuhan agar kita menjadi orang yang diberkati di dalam Dia. Menjadi orang yang diberkati bukan menjadi tujuan hidup orang yang hidup di dalam Tuhan, melainkan suatu anug...

Membangun dan Menguatkan

Membangun dan Menguatkan “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25) Dalam menjalani kehidupan ini, tak dapat dipungkiri bahwa masalah bisa saja datang silih berganti. Masalah-masalah yang datang terkadang mampu kita hadapi seorang diri tetapi ada kalanya masalah itu terlalu berat dan kita membutuhkan topangan dari orang lain. Tuhan Yesus sendiri memang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan bukan makhluk individualis. Dalam Kejadian 2:18 berkata “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Firman ini memiliki arti bahwa manusia memang diciptakan memiliki keterkaitan  dengan sesamanya. Kita sebagai manusia meman...

RENUNGAN BULAN MEI

TERJEBAK BERSAMA Heskel Kurnia (Akuntansi 2023) Shalom, Kasih Karunia Allah memberkati kita semua. Sebelumnya penulis menyampaikan ungkapan terima kasih kepada rekan-rekan pengurus yang telah menyediakan wadah yang inklusif untuk penulis membuat renungan ini dengan harapan agar pembaca dapat menyadari pentingnya “kerugian” dalam hidup seseorang melalui sebuah lagu yang menjadi favorit penulis hingga kemudian menjadi judul renungan bulan ini. Lagu “Terjebak Bersama” dari The Rain merupakan refleksi mendalam tentang hubungan yang telah teruji oleh waktu. Dirilis pada Desember 2021 sebagai bagian dari perjalanan musik mereka, lagu ini menyajikan narasi tentang dinamika hubungan yang penuh suka dan duka, namun tetap bertahan karena adanya rasa syukur dan penerimaan. Dalam lagu ini, The Rain mengajak pendengar untuk melihat kata “terjebak” dari sudut pandang yang berbeda. Biasanya, “terjebak” memiliki konotasi yang negatif, namun melalui lirik seperti: “Mereka bilang kita  terjebak bers...