Langsung ke konten utama

REVIEW JAM DOA

      

Kamis, 7 April 2026
Tema: Mengampuni yang Tak Layak Diampuni

Puji Tuhan Jam Doa kembali dilaksanakan dengan baik di Pelataran Baruga. Pelayanan dipimpin oleh Robin Tangkelangngan (IE’24) sebagai pemimpin Jam Doa, didampingi oleh Geyraldi Mezzy Marin (MNJ’25) sebagai gitaris dan Alfin Rudyanto (MNJ’24) sebagai cajonist.

Melalui firman Tuhan dalam Kejadian 50:15-21, kita belajar tentang arti pengampunan yang sejati melalui kehidupan Yusuf. Yusuf mengalami pengkhianatan, dibenci, bahkan dijual oleh saudara-saudaranya sendiri. Namun ketika Tuhan memulihkan hidupnya, Yusuf memilih untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Dalam ayat 20 Yusuf berkata bahwa apa yang dahulu direncanakan untuk mencelakakan dirinya, Tuhan pakai untuk mendatangkan kebaikan. Yusuf tidak melupakan lukanya, tetapi ia memilih menyerahkan rasa sakit itu kepada Tuhan dan melepaskan haknya untuk membalas dendam.

Sering kali kepahitan membuat hati kita lelah dan tanpa sadar menjadi beban yang merusak diri sendiri. Kita menunggu orang lain layak untuk diampuni, padahal dahulu pun kita adalah pribadi yang menerima kasih karunia Tuhan meski tidak layak. Pengampunan bukan berarti luka itu tidak pernah ada, melainkan keputusan untuk tidak hidup dikuasai oleh luka tersebut. Ketika kita belajar mengampuni, Tuhan memulihkan hati kita, melepaskan kita dari kepahitan, dan memberikan damai sejahtera yang baru. Karena itu, jangan biarkan luka menjadi boomerang dalam hidup kita, tetapi izinkan Tuhan bekerja memulihkan melalui pengampunan.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membangun dan Menguatkan

Membangun dan Menguatkan “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25) Dalam menjalani kehidupan ini, tak dapat dipungkiri bahwa masalah bisa saja datang silih berganti. Masalah-masalah yang datang terkadang mampu kita hadapi seorang diri tetapi ada kalanya masalah itu terlalu berat dan kita membutuhkan topangan dari orang lain. Tuhan Yesus sendiri memang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan bukan makhluk individualis. Dalam Kejadian 2:18 berkata “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Firman ini memiliki arti bahwa manusia memang diciptakan memiliki keterkaitan  dengan sesamanya. Kita sebagai manusia meman...

Renungan Bulan Desember

Firman Tuhan Adalah Benih Yang Menghidupkan ( Mzm. 1:1-3 ; Luk. 8:11-15) Mazm. 1:1-3    Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Firman Tuhan adalah makanan rohani orang percaya untuk bertumbuh akan pengenalan kepada Yesus dan kebenaran-Nya. Namun dewasa ini, banyak orang Kristen yang enggan membaca Alkitab dengan berbagai alasan. Padahal, jika kita membaca dalam Mzm. 1:1-3, seharusnya kita senantiasa membaca bahkan merenungkan Firman Tuhan agar kita menjadi orang yang diberkati di dalam Dia. Menjadi orang yang diberkati bukan menjadi tujuan hidup orang yang hidup di dalam Tuhan, melainkan suatu anug...

Review Pendalaman Alkitab

DOA Waktu Pelaksanaan      : Selasa, 12 Oktober 2021 Pemateri                       : Ev. Pieter G. O. Sunkudon Jumlah Peserta             : 47 orang Ayat Alkitab                : Matius 6:5-15      Doa merupakan kebiasaan atau gaya hidup setiap orang percaya sehingga seringkali dikatakan doa sebagai nafas hidup orang percaya. Seringkali kita berdoa tetapi tidak juga didengar atau dibalaskan oleh Tuhan. Hal ini dikarenakan beberapa kesalahan yang kita perbuat ketika berdoa. Dalam Matius 6:5-8, Tuhan Yesus mengajarkan bagaimana seharusnya sikap seseorang dalam berdoa. Dalam firman Tuhan tersebut, dikatakan bahwa seringkali banyak orang yang berdoa seperti orang munafik yang berdoa di tempat umum untuk dilihat atau dikenal...