Langsung ke konten utama

ARTIKEL BULAN JUNI

    


Nama : Heskel Kurnia
Jurusan/Angkatan: Akuntansi 23

“THEOPHILUS”

Tidak semua perjalanan hidup dimulai dari keinginan. Ada kalanya seseorang berada dalam situasi yang tidak pernah ia pilih. Ia merasa terjebak dalam pekerjaan, organisasi, pelayanan, pendidikan, atau bahkan sebuah proses kehidupan yang tidak sesuai dengan harapannya. Hari-hari dijalani dengan perasaan terpaksa, mempertanyakan alasan mengapa ia harus berada di tempat tersebut.

Namun, sering kali Tuhan bekerja justru melalui hal-hal yang tidak kita inginkan. Tempat yang awalnya terasa sebagai penjara ternyata menjadi ruang pembentukan. Situasi yang semula dianggap sebagai beban perlahan menjadi tempat belajar, bertumbuh, dan menemukan jati diri.

Dalam perjalanan itu, seseorang mulai mengenal banyak hal baru. Ia belajar tentang tanggung jawab, kesabaran, ketekunan, dan arti kebersamaan. Ia menemukan kemampuan yang sebelumnya tidak pernah disadari. Ia menjalin relasi yang memperkaya hidupnya. Bahkan, tanpa disadari, ia mulai merasa nyaman dan menikmati proses yang dahulu begitu ingin ia hindari.

Pengalaman seperti ini mengingatkan kita pada nama Theophilus. Nama Theophilus berasal dari bahasa Yunani yang berarti "sahabat Allah" atau "orang yang dikasihi Allah". Melalui nama ini, kita diingatkan bahwa setiap orang yang dikasihi Tuhan tidak selalu dibawa ke jalan yang mudah, tetapi ke jalan yang terbaik untuk pertumbuhannya.

Menjadi anak yang dikasihi Tuhan bukan berarti terhindar dari proses yang tidak menyenangkan. Justru kasih Tuhan sering kali dinyatakan melalui pembentukan. Ketika seseorang merasa terjebak dalam keadaan tertentu, Tuhan mungkin sedang mempersiapkan dirinya untuk sesuatu yang lebih besar. Apa yang tampak sebagai keterbatasan dapat menjadi sarana Tuhan untuk mengembangkan karakter, memperluas wawasan, dan memperdalam iman.

Sebagaimana emas dimurnikan dalam api, demikian pula kehidupan orang percaya dibentuk melalui berbagai pengalaman. Di tengah proses itu, Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya. Ia hadir, menyertai, dan bekerja secara perlahan hingga seseorang dapat melihat bahwa semua yang terjadi memiliki makna.

Pada akhirnya, refleksi ini mengajak kita untuk melihat kembali setiap proses yang pernah atau sedang dijalani. Mungkin ada situasi yang masih terasa seperti keterpaksaan. Mungkin ada tanggung jawab yang belum sepenuhnya kita terima dengan sukacita. Namun, sebagai "Theophilus" yaitu anak yang dikasihi Tuhan, kita dapat percaya bahwa Tuhan sedang bekerja melalui setiap musim kehidupan.

Bisa jadi, tempat yang hari ini kita anggap sebagai keterjebakan adalah tempat yang kelak kita syukuri karena di sanalah Tuhan membentuk kita menjadi pribadi yang lebih dewasa, lebih kuat, dan lebih siap untuk menjalani panggilan-Nya.

"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia." (Roma 8:28)

Karena itu, jangan terlalu cepat membenci proses yang sedang dijalani. Bisa jadi, di tempat yang tidak pernah kita pilih, Tuhan sedang menunjukkan betapa besar kasih-Nya kepada anak-anak yang dikasihi-Nya. Seperti Theophilus, kita dipanggil untuk percaya bahwa kasih Tuhan tidak hanya hadir dalam tujuan akhir, tetapi juga dalam setiap langkah perjalanan menuju ke sana.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membangun dan Menguatkan

Membangun dan Menguatkan “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25) Dalam menjalani kehidupan ini, tak dapat dipungkiri bahwa masalah bisa saja datang silih berganti. Masalah-masalah yang datang terkadang mampu kita hadapi seorang diri tetapi ada kalanya masalah itu terlalu berat dan kita membutuhkan topangan dari orang lain. Tuhan Yesus sendiri memang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan bukan makhluk individualis. Dalam Kejadian 2:18 berkata “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Firman ini memiliki arti bahwa manusia memang diciptakan memiliki keterkaitan  dengan sesamanya. Kita sebagai manusia meman...

Renungan Bulan Desember

Firman Tuhan Adalah Benih Yang Menghidupkan ( Mzm. 1:1-3 ; Luk. 8:11-15) Mazm. 1:1-3    Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Firman Tuhan adalah makanan rohani orang percaya untuk bertumbuh akan pengenalan kepada Yesus dan kebenaran-Nya. Namun dewasa ini, banyak orang Kristen yang enggan membaca Alkitab dengan berbagai alasan. Padahal, jika kita membaca dalam Mzm. 1:1-3, seharusnya kita senantiasa membaca bahkan merenungkan Firman Tuhan agar kita menjadi orang yang diberkati di dalam Dia. Menjadi orang yang diberkati bukan menjadi tujuan hidup orang yang hidup di dalam Tuhan, melainkan suatu anug...

HISTORY OF PMKO FEB-UH

                Persekutuan Mahasiswa Kristen Oikumene Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin dibentuk pada tanggal 28 Agustus 1988 dengan maksud untuk meningkatkan nilai spirit (iman Kristen) pada diri mahasiswa Kristen. Dengan suatu kesadaran bahwa melalui pelayanan, kesaksian, dan persekutuan mahasiswa, kita sedang belajar dan dibina untuk melakukan sesuatu yang bernilai demi kemuliaan namaNYA. PMKO FE-UH berstatus otonom yang secara organisatoris merupakan bagian integral dari Keluarga Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin. VISI DAN MISI                 Visi PMKO FE-UH adalah  dimuridkan untuk siap memuridkan . Misi PMKO FE-UH adalah sebagai berikut: 1.    Mengajak mahasiswa kepada pengenalan akan Yesus Kristus selaku Tuhan dan Penebus serta memperdalam iman dan ilmu serta dapat mengamalkannya dalam kehidupan s...