"Hidup dalam Kasih"
Geraldi Pranajaya Patayang (Akuntansi 2025)
Matius 22:39 "Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
Dalam ayat ini, Yesus mengingatkan kita bahwa kasih kepada sesama tidak terpisahkan dari kasih kepada Allah. Mengasihi sesama seperti diri sendiri berarti kita memperlakukan orang lain dengan perhatian, kasih sayang, dan kepedulian yang sama seperti yang kita harapkan untuk diri kita sendiri. Mengasihi diri sendiri pasti terasa lebih mudah dibandingkan mengasihi orang lain, apalagi terhadap orang yang menyakiti dan mengecewakan kita. Namun Yesus memanggil kita untuk melihat sesama bukan sebagai beban dan ancaman, melainkan sebagai pribadi yang juga dikasihi Allah. Kasih yang sejati bukan hanya diucapkan, tetapi dinyatakan melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Contohnya dalam kehidupan kampus, ketika kita bersaing dengan teman untuk mendapatkan nilai terbaik, posisi dalam organisasi, atau kesempatan tertentu. Kita bisa saja memilih antara mau menjatuhkan orang lain agar diri kita terlihat lebih baik, atau saling memberikan dukungan dan menghargai keberhasilan. Mengasihi sesama berarti kita mampu mengejar keberhasilan tanpa harus mengorbankan atau merendahkan orang lain. Mengasihi sesama juga bisa dengan cara menjaga perkataan, tidak mudah menghakimi, serta mau mendengarkan dan memahami keadaan orang lain.
Melalui firman Tuhan ini, mari kita melihat kembali bagaimana kita memperlakukan orang-orang di sekitar kita. Apakah perkataan dan tindakan kita sudah mencerminkan kasih? Jangan sampai keinginan untuk menjadi yang terbaik membuat kita lupa untuk menghargai dan mengasihi sesama. Mari kita belajar untuk tetap mengasihi, bahkan ketika kita berada dalam persaingan, perbedaan, dan keadaan yang tidak selalu mudah.

Komentar
Posting Komentar