Langsung ke konten utama

RENUNGAN BULAN SEPTEMBER

  

TUHAN INGIN DICINTAI OLEH UMAT-NYA


Melani Tappang (Manajemen 2024)


Matius 22:37–38"Jawab Yesus kepadanya: 'Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.' Itulah hukum yang terutama dan yang pertama."


Saya tidak tahu sudah berapa kali mendengar ayat ini. Bahkan, saya rasa ayat ini sudah di luar kepala bagi sebagian besar orang.

Saya ingin bercerita mengenai pengalaman pribadi saya bersama Tuhan. Saya sering mendengar orang berkata, "Tuhan itu lebih dekat dari yang kita bayangkan," dan saya setuju dengan pernyataan tersebut.

Kisah ini bermula saat menjelang hari-hari terakhir masa magang saya. Kala itu, dua teman saya terlibat perselisihan paham. Saya berada di posisi yang sangat serba salah; saya tidak ingin menyakiti hati siapa pun, tetapi situasi seolah-olah menuntut saya untuk memilih memihak salah satu dari mereka.

Di tengah kebingungan itu, saya bahkan sempat bertanya kepada AI tentang apa yang harus saya lakukan. Namun, saya tidak merasa puas dengan jawaban yang diberikan. Tiba-tiba, muncul bisikkan di dalam hati saya yang mengajak untuk datang dan bertanya langsung kepada Tuhan.

Saya pun terdiam selama sekitar 40 menit, menunggu jawaban Tuhan. Jawaban yang saya terima tidak seperti panduan praktis dari AI. Tuhan tidak memberi petunjuk teknis seperti "kamu harus melakukan ini", "kamu harus bertindak begitu", atau "katakan hal ini".

Jawaban yang bergema di hati saya justru berupa sebuah pertanyaan,"kenapa kamu tidak seperti itu kepada-Ku?". Seketika itu juga saya tersadar. Mengapa saya begitu khawatir dan takut menyakiti hati teman-teman saya, tetapi tidak begitu kepada Tuhan? Selama ini, setiap kali saya berbuat dosa baik yang saya sadari maupun tidak saya jarang merenungkan apakah perbuatan tersebut menyakiti hati-Nya. Padahal, Dia yang Mahakuasa dan Mahakudus rela dipermulakan oleh ciptaan-Nya sendiri. Dia rela menjadi korban tebusan dan menanggung hukuman yang seharusnya kita terima. Semua itu Dia lakukan karena Dia begitu mengasihi kita dan tidak ingin kita terpisah dari-Nya.

Tuhan kemudian memberi saya petunjuk tentang bagaimana saya mengasihi Dia melalui firman-Nya: "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku."

Yohanes 14:15

Tentu menaati perintah-Nya tidaklah mudah, sebab keinginan daging kita bertentangan dengan keinginan roh. Namun, tidak mudah bukan berarti tidak mungkin. Tuhan Yesus sendiri telah memberi teladan nyata bahwa kasih memerlukan pengorbanan.

Harapan saya, kita semua sebagai umat-Nya dapat mengasihi Dia sebagaimana Dia telah lebih dahulu mengasihi kita. Sebagai manusia, kita masih jatuh ke dalam dosa, dan Tuhan pun memahami kelemahan kita. Namun, hal itu jangan pernah dijadikan alasan untuk menyerah dalam mentaati-Nya. Sebab "tujuh kali orang benar jatuh, ia akan bangun kembali". Kasih dan ampunan Tuhan jauh lebih besar daripada dosa manusia. Mari kita terus datang dan mendekatkan diri kepada-Nya, karena Dia selalu setia menunggu kita.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan Bulan Desember

Firman Tuhan Adalah Benih Yang Menghidupkan ( Mzm. 1:1-3 ; Luk. 8:11-15) Mazm. 1:1-3    Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Firman Tuhan adalah makanan rohani orang percaya untuk bertumbuh akan pengenalan kepada Yesus dan kebenaran-Nya. Namun dewasa ini, banyak orang Kristen yang enggan membaca Alkitab dengan berbagai alasan. Padahal, jika kita membaca dalam Mzm. 1:1-3, seharusnya kita senantiasa membaca bahkan merenungkan Firman Tuhan agar kita menjadi orang yang diberkati di dalam Dia. Menjadi orang yang diberkati bukan menjadi tujuan hidup orang yang hidup di dalam Tuhan, melainkan suatu anug...

Membangun dan Menguatkan

Membangun dan Menguatkan “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25) Dalam menjalani kehidupan ini, tak dapat dipungkiri bahwa masalah bisa saja datang silih berganti. Masalah-masalah yang datang terkadang mampu kita hadapi seorang diri tetapi ada kalanya masalah itu terlalu berat dan kita membutuhkan topangan dari orang lain. Tuhan Yesus sendiri memang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan bukan makhluk individualis. Dalam Kejadian 2:18 berkata “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Firman ini memiliki arti bahwa manusia memang diciptakan memiliki keterkaitan  dengan sesamanya. Kita sebagai manusia meman...

RENUNGAN BULAN MEI

TERJEBAK BERSAMA Heskel Kurnia (Akuntansi 2023) Shalom, Kasih Karunia Allah memberkati kita semua. Sebelumnya penulis menyampaikan ungkapan terima kasih kepada rekan-rekan pengurus yang telah menyediakan wadah yang inklusif untuk penulis membuat renungan ini dengan harapan agar pembaca dapat menyadari pentingnya “kerugian” dalam hidup seseorang melalui sebuah lagu yang menjadi favorit penulis hingga kemudian menjadi judul renungan bulan ini. Lagu “Terjebak Bersama” dari The Rain merupakan refleksi mendalam tentang hubungan yang telah teruji oleh waktu. Dirilis pada Desember 2021 sebagai bagian dari perjalanan musik mereka, lagu ini menyajikan narasi tentang dinamika hubungan yang penuh suka dan duka, namun tetap bertahan karena adanya rasa syukur dan penerimaan. Dalam lagu ini, The Rain mengajak pendengar untuk melihat kata “terjebak” dari sudut pandang yang berbeda. Biasanya, “terjebak” memiliki konotasi yang negatif, namun melalui lirik seperti: “Mereka bilang kita  terjebak bers...