Langsung ke konten utama

REVIEW JAM DOA

 

Kamis, 17 September 2026

Tema: Kesetiaan dalam Perkara Kecil

Keluaran 20:1-17

    Puji Tuhan Jam Doa kembali dilaksanakan dengan baik di Pelataran Baruga. Pelayanan dipimpin oleh Giovanni Euginio K. Ongan (AK,23) sebagai pemimpin Jam Doa, didampingi oleh Kesia Grace Datu Linggi (MNJ'24) sebagai gitaris dan Filan Damara (MNJ'25) sebagai cajonist

    Melalui Keluaran 20:1–17, Tuhan memberikan 10 Perintah-Nya sebagai pedoman bagi kita dalam menjalani kehidupan. Perintah-perintah ini bukan hanya untuk diketahui, tetapi juga untuk kita taati dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Pertama, Jangan ada allah lain di hadapan Tuhan. Kita perlu menempatkan Tuhan sebagai yang utama dalam hidup. Ketika kita mulai menganggap kepentingan lain lebih penting daripada Tuhan, secara tidak sadar kita sudah memberikan tempat Tuhan kepada hal lain.

    Kedua, Jangan membuat atau menyembah berhala. Kita tidak boleh menaruh kepercayaan dan pengharapan kepada sesuatu selain Tuhan. Berhala tidak selalu berbentuk patung, tetapi bisa juga berupa hal-hal yang terlalu kita andalkan sampai menggeser posisi Tuhan.

    Ketiga, Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan. Nama Tuhan harus kita hormati dan tidak digunakan untuk bercanda, bersumpah sembarangan, atau hal-hal yang tidak seharusnya.

    Keempat, Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat. Beribadah bukan hanya sekadar datang ke gereja, tetapi juga tentang kesiapan hati kita untuk datang kepada Tuhan. Kita perlu menyediakan waktu dan hati yang sungguh-sungguh untuk Tuhan tanpa membiarkan hal-hal lain menghalangi kita beribadah.

    Kelima, Hormatilah ayah dan ibumu. Saat semakin dewasa, kita mungkin merasa sudah bisa mengambil keputusan sendiri dan tidak ingin terlalu dibatasi oleh orang tua. Namun, kita tetap harus menghormati mereka karena Tuhan memberikan orang tua sebagai orang yang membimbing dan menjaga kita.

    Keenam, Jangan membunuh. Perintah ini tidak hanya dapat kita lihat sebagai tindakan membunuh secara fisik. Perkataan dan sikap kita juga bisa menyakiti bahkan menjatuhkan mental orang lain. Karena itu, kita perlu belajar menjaga perkataan dan menghargai perasaan orang-orang di sekitar kita.

    Ketujuh, Jangan berzinah. Kita diajarkan untuk menjaga kekudusan diri, menghargai diri sendiri, serta menghormati batasan dan hubungan dengan orang lain.

    Kedelapan, Jangan mencuri. Kita harus belajar menghargai apa yang menjadi milik orang lain dan tidak mengambil sesuatu yang bukan hak kita. Kejujuran perlu kita terapkan, bahkan dalam hal-hal kecil sekalipun.

    Kesembilan, Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. Kita harus belajar berkata jujur dan tidak menyebarkan kebohongan atau cerita yang dapat merugikan orang lain. Sebelum berbicara tentang seseorang, kita perlu memastikan bahwa apa yang kita sampaikan benar dan tidak hanya berdasarkan asumsi.

    Kesepuluh, Jangan mengingini milik sesamamu. Kita sering kali melihat apa yang dimiliki orang lain dan merasa hidup kita kurang. Melalui perintah ini, Tuhan mengajarkan kita untuk belajar bersyukur dan merasa cukup dengan apa yang sudah Tuhan berikan, daripada terus membandingkan diri dengan orang lain.

Sampai bertemu dalam Jam Doa PMKO FEB-UH selanjutnya! 🤍

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan Bulan Desember

Firman Tuhan Adalah Benih Yang Menghidupkan ( Mzm. 1:1-3 ; Luk. 8:11-15) Mazm. 1:1-3    Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Firman Tuhan adalah makanan rohani orang percaya untuk bertumbuh akan pengenalan kepada Yesus dan kebenaran-Nya. Namun dewasa ini, banyak orang Kristen yang enggan membaca Alkitab dengan berbagai alasan. Padahal, jika kita membaca dalam Mzm. 1:1-3, seharusnya kita senantiasa membaca bahkan merenungkan Firman Tuhan agar kita menjadi orang yang diberkati di dalam Dia. Menjadi orang yang diberkati bukan menjadi tujuan hidup orang yang hidup di dalam Tuhan, melainkan suatu anug...

Membangun dan Menguatkan

Membangun dan Menguatkan “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25) Dalam menjalani kehidupan ini, tak dapat dipungkiri bahwa masalah bisa saja datang silih berganti. Masalah-masalah yang datang terkadang mampu kita hadapi seorang diri tetapi ada kalanya masalah itu terlalu berat dan kita membutuhkan topangan dari orang lain. Tuhan Yesus sendiri memang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan bukan makhluk individualis. Dalam Kejadian 2:18 berkata “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Firman ini memiliki arti bahwa manusia memang diciptakan memiliki keterkaitan  dengan sesamanya. Kita sebagai manusia meman...

RENUNGAN BULAN MEI

TERJEBAK BERSAMA Heskel Kurnia (Akuntansi 2023) Shalom, Kasih Karunia Allah memberkati kita semua. Sebelumnya penulis menyampaikan ungkapan terima kasih kepada rekan-rekan pengurus yang telah menyediakan wadah yang inklusif untuk penulis membuat renungan ini dengan harapan agar pembaca dapat menyadari pentingnya “kerugian” dalam hidup seseorang melalui sebuah lagu yang menjadi favorit penulis hingga kemudian menjadi judul renungan bulan ini. Lagu “Terjebak Bersama” dari The Rain merupakan refleksi mendalam tentang hubungan yang telah teruji oleh waktu. Dirilis pada Desember 2021 sebagai bagian dari perjalanan musik mereka, lagu ini menyajikan narasi tentang dinamika hubungan yang penuh suka dan duka, namun tetap bertahan karena adanya rasa syukur dan penerimaan. Dalam lagu ini, The Rain mengajak pendengar untuk melihat kata “terjebak” dari sudut pandang yang berbeda. Biasanya, “terjebak” memiliki konotasi yang negatif, namun melalui lirik seperti: “Mereka bilang kita  terjebak bers...