Kamis, 8 Oktober 2026
Homili
Lukas 11:5-13
Puji Tuhan Jam Doa kembali dilaksanakan dengan baik di Pelataran Baruga. Pelayanan dipimpin oleh Jea (AK'23) sebagai pembawa firman, dan Juan (MNJ'23) sebagai pemimpin lagu.
Pada Lukas 11:5-13, Yesus mengajarkan pentingnya ketekunan dalam doa. Sering kali kita berhenti berdoa karena merasa Tuhan tidak mendengarkan atau karena jawaban yang kita harapkan belum datang. Melalui kata “mintalah, carilah, dan ketoklah,” Yesus mengingatkan kita untuk terus berdoa dan tidak mudah menyerah. Ketekunan dalam doa bukan berarti Tuhan harus menjawab sesuai keinginan dan waktu kita, tetapi melalui proses tersebut Tuhan juga sedang membentuk hati dan iman kita.
Doa juga bukan cara untuk memaksa Tuhan memenuhi semua keinginan kita. Tuhan lebih mengetahui apa yang benar-benar kita butuhkan dibandingkan dengan apa yang kita inginkan. Karena itu, ketika doa kita belum dijawab, bukan berarti Tuhan tidak peduli. Tuhan dapat memberikan sesuatu yang lebih penting, seperti kekuatan, pengharapan, dan Roh Kudus, agar kita mampu menghadapi masalah yang sedang kita jalani.
Jangan berhenti mengetuk hanya karena pintu belum terbuka. Iman yang dewasa bukan hanya percaya ketika doa kita dikabulkan, tetapi tetap percaya kepada Tuhan ketika kita belum melihat jawabannya. Kita mungkin belum memahami rencana Tuhan, tetapi kita dapat terus berkata, “Tuhan, saya belum mengerti, tetapi saya tetap percaya.”
Sampai bertemu dalam Jam Doa PMKO FEB-UH selanjutnya! 🤍

Komentar
Posting Komentar